Header Ads

Emas Ditekan Penguatan Dollar Dan Langkah Stimulus

Sejak sesi perdagangan Asia pada hari ini, pergerakan komoditas Emas mengalami tekanan seiring menguatnya indeks Dollar serta optimisme pasar secara hati-hati terhadap langkah-langkah stimulus terbaru dari pemerintah AS.

Harga Emas berjangka mencatat penurunan 0.33% dari kenaikan ke level tertinggi sepekan pada hari Selasa kemarin, setelah Dollar mencatat kenaikan serta sebagian besar pasar saham yang naik di selama perdagangan waktu Asia.

Pada hari Selasa kemarin Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi telah meningkatkan harapan bahwa Kongres AS akan mengesahkan RUU stimulus fiskal terbaru senilai $2.2 triliun yang telah diusulkan oleh Partai Demokrat sehari sebelumnya, sembari menyampaikan bahwa kesepakatan dengan Partai Republik kemungkinan akan dicapai di pekan ini.

Namun sejumlah investor merasa ragu bahwa RUU tersebut akan disahkan oleh Kongres dalam bentuknya saat ini, dengan harga paket yang masih diatas nilai dari apa yang telah dinyatakan oleh Partai Republik secara terbuka, sebelum berlangsungnya pemilihan presiden AS di 3 November mendatang.

Selain itu data ekonomi Cina di sektor industri yang dirilis semakin menegaskan bahwa negara tersebut masih berada di jalur pemulihan ekonomi mereka dari hantaman pandemi Covid-19, dengan data manufaktur PMI yang berada di angka 51.5 di bulan September, mengalahkan perkiraan analis di angka 51.2 serta non-manufaktur PMI yang dirilis di angka 55.9 di bulan September dari 55.2 di bulan Agustus dan selain itu data versi Caixin menunjukkan untuk manufaktur PMI berada di angka 53, sedikit dibahwa perkiraan 53.1 yang merupakan angka pencapaian di bulan Agustus.

Dengan menguatnya sebagian besar bursa saham yang mendapat dukungan dari data industri Cina, nampaknya pergerakan komoditas Emas masih akan mendapat tekanan yang berlanjut hingga memasuki sesi perdagangan AS malam nanti.(WD)

Related posts