Emas Memanfaatkan Koreksi Dollar

Seiring melemahnya US Dollar serta masih tingginya kekhawatiran terhadap potensi dampak lonjakan kasus Covid-19 yang terus meningkat terhadap ekonomi, harga komoditas Emas mencatat kenaikan sejak sesi perdagangan waktu Asia pagi hari tadi.

Hingga berita ini dibuat, harga Emas berjangka telah mencatat kenaikan 0.32% dan bergerak stabil di atas kisaran $1900 per troy ounce, setelah Dollar terkoreksi dan melemah setelah mencatat kinerja solid di awal pekan.

Sampai saat ini AS, Rusia, dan Prancis mencatat rekor jumlah kasus COVID-19 harian, dengan langkah-langkah pembatasan diberlakukan kembali di beberapa negara Eropa, dan kekhawatiran terhadap potensi dampak ekonomi dari langkah-langkah tersebut mengurangi sentimen dan mendorong investor ke logam kuning safe-haven.

Sementara itu pembicaraan mengenai langkah-langkah stimulus fiskal AS nampaknya telah terhenti, setelah penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pada hari Senin mengatakan pembicaraan mengenai hal itu mengalami perlambatan.

Akan tetapi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi tetap optimis bahwa konsensus dengan Senat Partai Republik dapat dicapai mengenai langkah-langkah sebelum pemilihan presiden, yang hanya tersisa sepekan lagi.

Dari sisi data ekonomi disebutkan bahwa AS melaporkan laju penurunan penjualan rumah baru bagi keluarga tunggal selama bulan September lalu, setelah sebelumnya mengalami peningkatan selama empat bulan berturut-turut, namun demikian pasar perumahan masih tetap mendapat dukungan dari suku bunga KPR yang rendah serta meningkatnya laju permintaan terhadap ruang kantor di rumah akibat pandemi.

Sedangkan dari kawasan benua Eropa dikabarkan bahwa Inggris dan Uni Eropa tengah terus berupaya untuk bekerja untuk menjembatani kesenjangan serta mencapai kesepakatan perdagangan Brexit, setelah adanya laporan bahwa kepala negosiator Uni Eropa telah bertolak ke London untuk melanjutkan negosiasi.(WD)

Related posts