Header Ads

Emas Mencetak Harga Tertinggi Didukung Ketegangan AS-Cina

Ketegangan yang semakin memuncak antara dua negara ekonomi terbesar dunia, AS dan Cina terkait penutupan kantor konsulat di masing-masing negara, telah meningkatkan daya tarik aset safe haven sehingga mampu membuat komoditas Emas mencetak harga tertinggi sepanjang masa, di tengah dukungan sektor teknologi terhadap sejumlah pasar saham di Asia.

Selain itu komoditas Emas dibantu oleh pelonggaran moneter secara agresif yang diadopsi oleh banyak bank sentral di seluruh dunia sejak pandemi virus menimbulkan kejatuhan ekonomi global ke dalam jurang resesi, seiring sejumlah investor mengkhawatirkan tingkat pencetakan uang yang belum pernah tejadi sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan inflasi.

Harga Emas naik sekitar 1.0% ke rekor tertinggi di atas $1920.90 per troy ounce, melampaui level puncak yang disentuh pada September 2011 akibat ketegangan antara AS-Cina yang meningkatkan daya tarik aset safe haven, terutama yang tidak terikat terhadap negara tertentu.

Sekretaris Negara AS Mike Pompeo pada pekan lalu mengatakan bahwa pihak Washington dan sekutunya harus menggunakan cara yang lebih kreatif dan tegas untuk menekan Partai Komunis Cina untuk mengubah cara mereka.

Hal ini dinilai oleh kepala strategi investasi di Mitsubishi Securities, Norihiro Fujito yang mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump biasa mengatakan bahwa Presiden Cina Xi Jinping adalah seorang pemimpin yang hebat, namun saat ini perkataan Pompeo menjadi sangat agresif sehingga pasar mulai khawatir mengenai eskalasi lebih lanjut.

Prospek pemulihan ekonomi AS yang cepat memudar akibat pandemi Covid-19 terus menunjukkan perlambatan, yang mana ekonomi dapat menyerah tanpa adanya dukungan yang segar dari pemerintah, seiring sejumlah langkah sebelumnya seperti peningkatan tunjangan pengangguran yang akan berakhir di bulan ini.

Para investor berharap bahwa para anggota Kongres AS akan menyetujui kesepakatan sebelum masa reses musim panas, namun ada sejumlah poin penting termasuk ukuran stimulus dan kebijakan untuk manfaat bagi pengangguran yang meningkat.

Terkait akan hal ini Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa paket tersebut akan berisi tunjangan pengangguran yang diperpanjang dengan kebijakan penggantian upah hingga 70%.(WD)

Related posts