Emas Meraih Keuntungan Seiring Pandangan Powell

Logam mulia berhasil meraih keuntungan di sesi perdagangan waktu Asia di awal pekan ini, setelah sebelumnya mencatat kerugian sesi sebelumnya, seiring pandangan Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang mengatakan bahwa inflasi dapat mereda di tahun 2022 mendatang dan saat ini bank sentral berada di jalur untuk segera memulai pengurangan aset yang berkontribusi terhadap tren penurunan.

Akan tetapi pergerakan nilai indeks Dollar masih stabil dari kerugian mingguan paling tajam dalam lebih dari sebulan, sehingga berpotensi memberikan tekanan bagi kenaikan Emas yang akan sedikit terbatas.

Pergerakan Emas berjangka telah mengalami reli ke level tertingginya sejak awal September 2021 di sesi perdagangan Jumat kemarin, sebelum pada akhirnya mendapatkan keuntungan dari komentar Powell mengenai kebijakan pengurangan aset dan laju inflasi dapat bertahan lebih lama, mengingat The Fed dapat segera memulai pengurangan aset namun tetap bersabar terhadap kenaikan suku bunga menyusul lapangan kerja yang masih rendah.

Akan tetapi pada hari Minggu kemarin Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan bahwa pemerintah AS tidak akan kehilangan kendali terhadap laju inflasi, yang dinilai dapat kembali ke level normalnya di periode paruh kedua tahun 2022 mendatang.

Selain itu para investor juga tengah menunggu keputusan kebijakan dari Bank of Japan dan European Central Bank (ECB), yang keduanya dijadwalkan akan dirilis pada hari Kamis mendatang, yang mana meskipun tidak ada bank sentral yang diharapkan akan mengubah kebijakannya, namun indikator pasar telah menunjukkan laju inflasi yang lebih tinggi dibandingkan panduan dari ECB.

Namun demikian US Commodity Futures Trading Commission mengatakan bahwa para spekulan telah memangkas posisi beli bersih mereka dalam Emas berjangka di periode seminggu hingga 19 Oktober lalu.(WD)

Related posts