Header Ads

Emas Turun Akibat Risk Appetite

Komoditas Emas melanjutkan penurunannya saat memasuki sesi perdagangan waktu Asia di hari ini, seiring meningkatnya sentimen risk appetite di tengah tumbuhnya harapan terhadap perkembangan vaksin Covid-19 sehingga para investor berpaling dari aset safe haven.

Penurunan komoditas Emas ini dibarengi lonjakan kenaikan pasar saham, setelah bursa saham global mencapai rekor tertinggi seiring indeks utama Dow Jones Industrial Average yang berhasil menembus angka tertinggi baru di 30,000.

Para investor saat ini berpaling dari sentimen yang mendukung safe haven, menyusul pengembangan vaksin yang memberikan kepercayaan terhadap pandangan ekonomi global, sehingga mengakibatkan aset safe haven seperti Emas mengalami tekanan turun.

Hingga saat ini pergerakan harga Emas telah menembus di bawah level harga $1800 untuk pertama kalinya sejak bulan Juli lalu.

Gelombang optimisme saat ini semakin meningkat seiring adanya persetujuan resmi yang diberikan untuk proses transisi kepresidenan AS yang diberikan oleh Emily Murphy selaku direktur Administrasi Layanan Umum Gedung Putih.

Hal ini menimbulkan optimisme baru setelah sebelumnya ada kekhawatiran mengenai Presiden Trump akan menunda pemberian akses administrasi masuk kepada Joe Biden sebagai presiden terpilih untuk mendapat akses ke informasi penting negara dan pendanaan sampai menit terakhir, yang berpotensi mengarah ke awal yang kacau untuk pemerintahan baru.

Analis pasar di IG Australia, Kyle Rodda mengatakan kepada Reuters bahwa sentimen pasar saat ini berjalan sangat panas untuk aset berisiko menjelang akhir bulan, sehingga pelaku pasar akan bertanya-tanya apakah pasar mulai menunjukkan tanda-tanda euforia dan akan terjadi kondisi retracemen dalam jangka pendek.

Namun Rodda menambahkan bahwa untuk semua risiko yang ditimbulkan oleh pandemi dalam beberapa bulan kedepan, para pelaku pasar tampaknya akan merasa senang melihat posisi pasar global pasca pandemi.

Akan tetapi di sisi positifnya secara luas, pemerintahan Biden diharapkan mampu mendorong tindakan bantuan yang lebih kuat untuk Covid-19, terutama karena telah menentukan mantan Ketua Federal Reserve, Janet Yellen untuk menduduki posisi Menteri Keuangan AS.

Yellen dipilih karena beliau dianggap sebagai seorang ekonom yang bersifat moderat, dengan minat yang lebih jelas dalam masalah kesetaraan ekonomi.

Dengan demikian para investor Emas akan mengantisipasi langkah-langkah bantuan yang akan menurunkan nilai tukar greenback sehingga akan meningkatkan minat jangka panjang terhadap komoditas Logam Mulia.(WD)

Related posts