Header Ads

Euro Jatuh Seiring Perancis Kemungkinan Lockdown

Mata uang Euro mendapat tekanan di sesi perdagangan hari ini setelah adanya laporan media yang mengatakan bahwa pemerintah Perancis sepertinya lebih condong untuk menerapkan kebijakan lockdown nasional guna meredam meningkatnya kasus virus corona.

Namun demikian pergerakan greenback justru mendapatkan imbas sentimen pasar yang berubah bearish seiring ketidakpastian mengenai hasil pemilihan presiden AS di pekan depan, sehingga US Dollar menyerahkan keuntungannya di pekan lalu kepada mata uang utama lainnya.

Terkait akan hal tersebut Junichi Ishikawa selaku ahli strategi valuta asing senior di IG Securities di Tokyo, mengatakan bahwa lonjakan infeksi virus menjadi perhatian bagi pemerintah Perancis dan Eropa Selatan sehingga membebani Euro.

Ishikawa juga menambahkan bahwa dirinya tidak mengharapkan Dollar akan memperoleh banyak keuntungan terhadap mata uang lain, karena pasar nampaknya terlalu berpuas diri terhadap bagaimana pasar akan bereaksi pasca pemilihan presiden AS.

Saat ini para pedagang tengah bersiap menghadapi lebih banyak volatilitas di pasar mata uang karena virus menyebar di Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat, sehingga mendorong kekhawatiran terhadap laju pertumbuhan yang dinilai akan kembali melemah.

Hingga kini pasar terfokus pada pemilihan presiden AS, yang juga tengah berjuang untuk meredam kenaikan infeksi virus corona, menyusul sebuah jajak pendapat domestik menunjukkan bahwa kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden memiliki keunggulan atas Presiden Donald Trump yang sedang menjabat dari Partai Republik, tetapi beberapa investor skeptis karena jajak pendapat tersebut tidak memprediksi kemenangan Trump empat tahun lalu.

Selain itu sentimen pendukung terhadap Greenback nampaknya telah melemah setelah Trump mengakui bahwa putaran tambahan stimulus fiskal AS tidak mungkin dilakukan sebelum pemilihan.

Sementara itu mata uang Aussie memangkas kerugiannya setelah sebuah data menunjukkan bahwa harga konsumen di periode kuartal ketiga dilaporkan naik 1.6% dari kuartal sebelumnya, yang mana angka ini tercatat lebih tinggi dari estimasi median.

Secara lebih luas Reserve Bank of Australia diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuannya serta sekaligus memperluas pembelian hutang pemerintahnya pada pertemuan kebijakan berikutnya di awal November.(WD)

Related posts