Euro Mampu Mempertahankan Kenaikannya Terhadap Greenback

Mata uang tunggal Euro terpantau mampu mempertahankan kenaikan nilai tukarnya terhadap US Dollar di sesi perdagangan hari ini, seiring para pedagang bersiap untuk pertemuan Bank Sentral Eropa guna mengukur pandangan para pembuat kebijakan ECB mengenai apresiasi mata uangnya akhir-akhir ini sekaligus dampaknya terhadap inflasi Eurozone.

Di tengah harapan pasar terhadap ECB untuk tetap menjaga kebijakan dalam kondisi yang stabil, para investor akan mengamati secara cermat terhadap komentar Presiden ECB Christine Lagard mengenai bagaimana kenaikan Euro hingga ke level tertingginya dalam dua tahun di bulan ini telah mempengaruhi prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Euro.

Hal ini dinilai oleh Masaru Ishibashi selaku manajer umum perdagangan bersama di Sumitomo Mitsui Banking Corp, yang mengatakan bahwa pertemuan kebijakan ECB merupakan event terbesar di pekan ini dan ada banyak yang akan dipertaruhkan, dan baru-baru ini pihak ECB seolah meremehkan laju inflasi namun beliau ingin melihat bagaimana pendekatan dari Lagarde terhadap hal ini dalam konferensi persnya nanti yang mana akan menentukan arah pergerakan mata uang Euro.

Sebelumnya pada hari Rabu kemarin, mata uang Euro mendapat dorongan setelah Bloomberg News melaporkan bahwa pejabat ECB semakin percaya diri terhadap prospek ekonomi di kawasan tersebut.

Namun demikian para pedagang kemungkinan enggan untuk meningkatkan pembelian Euro lebih lanjut sebelum pertemuan ECB seiring laporan media yang mengatakan bahwa para pejabat bank sentral semakin tidak nyaman dengan apresiasi Euro hingga hampir 6% terhadap Dollar dari level terendahnya di bulan Juni lalu.

Pandangan dari European Central Bank akan menjadi sorotan setelah harga konsumen Eurozone berubah menjadi negatif di bulan Agustus untuk pertama kalinya sejak 2016, di tengah peralihan fokus Federal Reserve ke laju inflasi rata-rata.(WD)

Related posts