GBP/USD : Update News Fx 13 Mei 2022

Office for National Statistics Inggris melaporkan bahwa ekonomi Inggris hanya bertumbuh 0.8% secara kuartalan pada kuartal pertama. Angka ini lebih rendah daripada yang diperkirakan pasar di 1% dan mengingatkan investor akan peringatan dari Bank of England’s (BOE) bahwa pada tahun 2022 bisa ada resesi.

Menyebabkan poundsterling berada di bawah tekanan jual yang kuat. Data ekonomi lainnya dari Inggris Manufacturing Production dan Industrial Production kedua-duanya mengalami kontraksi sebesar 0.2% per bulan di bulan Maret.

Selain itu, kekuatiran akan Brexit menambah beban terhadap pounsterling. Uni Eropa melaporkan bahwa mereka sudah siap untuk menghentikan kesepakatan perdagangan dengan Inggris jika protokol Irlandia Utara dirubah secara sepihak.

Keengganan terhadap resiko tetap tinggi di tengah terus berlangsungnya perang Rusia – Ukraina yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, lockdown karena Covid di Cina dan inflasi harga yang problematik yang mencengkeram dunia.

Para trader kuatir AS dan negara-negara maju lainnya akan tergelincir ke resesi pada bulan-bulan yang akan datang, karena faktor-faktor tersebut. Hal ini membuat dollar AS mendapatkan permintaan safe-haven.

Keengganan terhadap resiko terefleksi dari turunnya indeks saham FTSE 100 Inggris sebanyak 2.5% dalam sehari dan indeks saham berjangka AS yang turun antara 0.5% – 0.8%.

AS mempublikasikan angka inflasi berikutnya pada hari Kamis, Producer Price Index (PPI)  bulan April yang naik 0.5% dari bulan Maret setelah kenaikan 1.4% dari bulan Februari ke bulan Maret. (YsI)

Related posts