Gongsheng : PBOC Akan Mempertahankan Kebijakan

Wakil Gubernur People’s Bank of China (PBOC) Pan Gongsheng mengatakan bahwa bank sentral Cina akan mempertahankan kebijakan moneternya secara hati-hati dan tidak akan menggunakan program stimulusnya untuk membaniri pasar dengan uang tunai.

Saat ini sejumlah tanda yang menunjukkan bahwa ekonomi Cina telah kehilangan tenaga dan perusahaan skala kecil yang tengah berjuang, telah memicu timbulnya ekspektasi pasar terhadap dukungan kebijakan yang lebih cepat, dimana PBOC telah menyampaikan pemangkasan rasio persyaratan cadangan bank terbarunya di pertengahan Juli.

Lebih lanjut dalam konferensi persnya Gongsheng mengatakan bahwa ruang untuk kebijakan moneter masih relatif cukup besar, menyusul komentar dari sejumlah analis yang menunjukkan bahwa bank sentral Cina dapat melakukan kebijakan dalam kisaran normal.

Dalam sebuah catatannya Citi mengatakan bahwa dengan demikian PBOC tidak mungkin untuk mengadopsi stimulus yang kuat untuk mendorong laju perekonomian dan nampaknya mereka akan menghindari pelonggaran kebijakan moneter yang agresif.

Sementara itu dalam kesempatan berbicara di kesempatan yang sama, Sun Guofeng selaku kepala departemen kebijakan moneter di PBOC mengatakan bahwa tidak ada kekurangan uang primer yang besar dan penawaran serta permintaan likuiditas pada dasarnya akan tetap seimbang dalam beberapa bulan kedepan.

Nomura dalam sebuah catatan penelitian menuliskan bahwa berdasarkan nada dan pesan dalam konferensi pers tersebut, pihaknya menurunkan kemungkinan adanya pemangkasan rasio persyaratan cadangan perbankan yang ditargetkan pada September-Oktober menjadi 50% dari 70% sebelumnya, seraya menambahkan bahwa PBOC dapat memilih alat kebijakan yang lebih bertarget untuk mendukung kelompok seperti usaha kecil menengah.

Sebagai pejabat PBOC, Gongsheng menambahkan bahwa bank sentral harus melakukan pekerjaan dengan baik dalam desain kebijakan “cross-cyclical” dan mempertimbangkan secara komprehensif mengenai hubungan kebijakan moneter di tahun ini dan tahun depan.

Pada pertemuan di akhir bulan Juli lalu, badan pembuat keputusan utama dari Partai Komunis yang berkuasa menyampaikan bahwa pemerintah Cina akan tetap dengan kebijakan ekonominya saat ini.(WD)

Related posts