Header Ads

Greenback Bertahan Di Kisaran Atas Terhadap Mata Uang Pesaingnya

Seiring timbulnya pertanyaan mengenai pengembangan vaksin Covid-19 serta kurangnya optimisme mengenai kesepakatan stimulus fiskal tambahan dari pemerintah AS, telah menggeser sentimen pasar ke aset yang lebih aman, sehingga hal ini menguntungkan mata uang Dollar yang tetap bertahan di kisaran atasnya terhadap mayoritas mata uang pesaingnya.

Saat sesi perdagangan hari ini mata uang Yuan Cina sedikit berubah terhadap greenback setelah penetapan harian dari bank sentral Cina terhadap titik tengah Yuan yang sebagian besar sejalan dengan perkiraan sehingga menunjukkan bahwa pihak berwenang telah menghentikan upaya mereka untuk mengendalikan pergerakan mata uangnya.

Sementara itu para analis menilai bahwa mata uang Euro dan Poundsterling kemungkinan akan memperpanjang laju penurunannya, seiring kembalinya pembatasan aktifitas ekonomi di Eropa dan Inggris saat memerangi gelombang kedua infeksi virus corona yang menimbulkan kecemasan di kalangan investor.

Pergerakan mata uang kemungkinan akan mengalami hambatan saat pemilihan presiden AS yang akan diadakan pada 3 November mendatang, namun analis mengatakan bahwa sentimen bersandar pada taruhan aset berisiko yang berpotensi mendukung pergerakan Dollar dalam beberapa hari mendatang.

Kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto mengatakan bahwa banyak faktor yang menunjukkan kenaikan lebih untuk Dollar dan kemungkinan stimulus AS kemungkinan tidak akan diluncurkan hingga selesainya pemilu dan saat ini People’s Bank of China telah menghentikan kenaikan nilai tukar Yuan sehingga tidak ada alasan untuk membeli mata uang Euro menyusul semakin banyaknya posisi beli di Euro yang perlu dibatalkan.

Selain itu mata uang Poundsterling juga mengalami pukulan seiring kekhawatiran mengenai sedikit kemajuan dalam pembicaraan perdagangan antara Inggris dan Uni Eropa serta adanya kemungkinan Bank of England akan mengadopsi suku bunga negatif.

Terkait akan pertanyaan yang timbul mengenai pengembangan vaksin virus corona, disebutkan bahwa pihak Johnson & Johnson menghentikan uji klinis vaksin virus corona serta pihak Eli Lily & Co yang mengatakan bahwa pihaknya juga telah menghentikan perawatan antibodi untuk virus tersebut.

Sedangkan menurunnya optimisme pasar terhadap stimulus AS timbul setelah pudarnya harapan bahwa Partai Republik dan Demokrat AS akan mencapai kompromi untuk babak baru stimulus fiskal, yang tentunya akan menimbulkan pukulan yang berlanjut terhadap prospek ekonomi.(WD)

Related posts