Header Ads

Greenback Berupaya Memangkas Tekanan

Mata uang US Dollar yang selama pekan lalu berada di bawah tekanan, saat ini tengah berupaya mengurangi tekanan tersebut sekaligus mencoba untuk mengembalikan kenaikannya, menyusul para investor yang memperhitungkan adanya lebih banyak pelonggaran moneter oleh Federal Reserve serta meningkatnya laju pemulihan di negara lain di belahan dunia.

Para investor merasakan kekurangan dari kinerja Dollar seiring optimisme mengenai uji coba vaksin yang menjanjikan, sehingga mendorong pembelian mata uang berisiko dan aset berimbal hasil lebih tinggi di luar AS.

Bahkan kekhawatiran yang tinggi mengenai meningkatnya kasus infeksi virus corona belum mampu menawarkan terlalu banyak dukungan bagi greenback, karena berkembangnya spekulasi mengenai Federal Reserve yang kemungkinan akan bertindak untuk mendukung ekonomi melalui musim dingin yang sulit sebelum vaksinasi mampu mengubah gelombang pandemi.

Ahli strategi pasar senior di BNZ, James Wong mengatakan bahwa ada pandangan umum bahwa akan ada sesuatu dalam pertemuan bank sentral AS di bulan Desember, mengingat tidak adanya perkembangan fiskal yang nyata dalam beberapa bulan terakhir.

Dijadwalkan Federal Reserve akan menetapkan kebijakan pada 15 dan 16 Desember, meskipun sebelumnya nanti Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan hadir di depan kongres dan testimoninya akan diawasi secara ketat untuk mengetahui petunjuk mengenai langkah kebijakan selanjutnya.

Para pembuat kebijakan berkumpul ketika pihak berwenang mempertimbangkan untuk menyetujui dua vaksin yang efektif, yang dikembangkan oleh Pfizer dan Moderna untuk didistribusikan, sementara pada saat yang sama meningkatnya kasus virus telah menghambat pemulihan ekonomi AS.

Dalam sebuah sambutannya yang dirilis pada hari Senin kemarin, Jerome Powell mengatakan bahwa selama beberapa bulan kedepan akan banyak tantangan yang akan dihadapi dan nampaknya masih sulit untuk menilai implikasi ekonomi dari pengembangan vaksin Covid-19.

Indeks Dollar bergerak sedikit melemah di 91.825, setelah berupaya untuk menemukan daya tariknya di atas level 92.000 pada perdagangan di hari Senin kemarin.

Dengan demikian pergerakan mata uang Aussie dan Dollar Selandia Baru, yang keduanya merupakan mata uang sensitif terhadap risiko, mencatat kenaikan tipis 0.3% dan 0.5%, sementara Euro naik 0.3% hingga sesi perdagangan pasar mata uang siang hari ini.

Sedangkan mata uang Poundsterling bergerak ke kisaran lebih tinggi karena pedagang berpegang teguh pada harapan untuk adanya kesepakatan perdagangan Brexit sebelum akhir tahun.(WD)

Related posts