Greenback Melemah Di Tengah Memudarnya Harapan Pasar

Pergerakan mata uang US Dollar melemah terhadap mayoritas mata uang utama pesaingnya di sesi perdagangan hari ini, di tengah memudarnya harapan terhadap kompromi antara Partai Republik dan Demokrat terhadap stimulus tambahan untuk ekonomi AS.

Greenback terhambat oleh penurunan imbal hasil Treasury, tetapi analis mengatakan ini kemungkinan hanya kemunduran sementara karena anggota parlemen AS pada akhirnya akan menyetujui lebih banyak stimulus untuk membantu pemulihan ekonomi dari hantaman virus corona.

Masafumi Yamamoto selaku kepala strategi mata uang di Mizuho Securities di Tokyo, mengatakan bahwa US Dollar membutuhkan berita yang lebih positif terkait stimulus untuk menguat lebih lanjut, namun pihaknya yakin bahwa kondisi ini akan tercapai karena para politisi tidak mungkin kembali ke daerah pemilihannya tanpa hasil apapun untuk para konstituennya, dan jika kondisi ini terjadi maka pergerakan pasangan USDJPY akan menjadi katalisator untuk kenaikan greenback terhadap mata uang lainnya.

Terkait kompromi yang belum tercapai, Presiden AS Donald Trump menuduh bahwa anggota Kongres dari Demokrat tidak ingin merundingkan paket bantuan bagi ekonomi AS yang terkena imbas virus corona, menyusul negosiator Partai Republik dan Demokrat saling menyalahkan atas keterlambatan selama lima hari dalam pembicaraan mengenai undang-undang bantuan.

Saat ini sentimen pasar terus berubah antara optimisme dan pesimisme, dan analis berpendapat bahwa dengan lebih banyak stimulus merupakan hasil yang paling mungkin karena tanpa stimulus maka laju pemulihan ekonomi AS akan terhenti.

Sementara itu mata uang Aussie menguat setelah data pekerjaan Australia yang dirilis dengan hasil yang lebih baik dari perkiraan, sehingga meredakan kekhawatiran mengenai wabah virus corona yang melanda kota terbesar kedua di negara tersebut.

Data ketenagakerjaan yang positif menunjukkan ekonomi Australia tetap tangguh dalam menghadapi wabah penyebaran virus corona yang sedang berlangsung di Melbourne.

Sementara itu Dollar Selandia Baru mencatat sedikit penurunan seiring Wakil Gubernur Geoff Bascand mengatakan kepada Reuters mengatakan bahwa Reserve Bank of New Zealand yang akan mempertimbangkan lebih banyak stimulus moneter jika terjadi kebangkitan kembali periode infeksi virus corona dalam skala lokal dan kebijakan lockdown baru di negara tersebut.(WD)

Related posts