Header Ads

Greenback Menyentuh Level Tertingginya

Pasca dirilisnya data inflasi AS yang mendorong pertaruhan terhadap pengetatan kebijakan moneter The Fed yang lebih cepat dari yang diisyaratkan sejauh ini, pergerakan indeks Dollar berhasil menyentuh level tertinggi tiga bulan terhadap mata uang Euro dan menguat ke level tertinggi sepekan terhadap Yen.

Namun di satu sisi mata uang Dollar Selandia Baru justru mengalami lonjakan terhadap greenback, setelah Reserve Bank of NEw Zealand mengatakan bahwa pihaknya akan menghentikan program pembelian aset dalam skala yang besar.

Dalam sebuah catatan penelitiannya Tapas Strickland selaku analis di National Australia Bank, menyampaikan bahwa laju inflasi konsumen AS yang lebih tinggi dari perkiraan telah membuat pasar bertanya-tanya mengenai kenaikan laju inflasi ini apakah hanya bersifat sementara atau mampu bertahan, dimana pasar telah berpihak terhadap interprestasi hawkish, yang membawa ekspektasi kenaikan suku bunga di akhir 2022 mendatang sehingga mengarah kepada keuntungan secara lebih luas.

Indeks harga konsumen AS dirilis dengan mencatat kenaikan terbesar dalam 13 tahun terakhir pada bulan Juni lalu, di tengah adanya kendala pasokan serta rebound yang berlanjut dalam biaya jasa terkait perjalanan dari level yang tertekan selama pandemi, menyusul laju pemulihan ekonomi yang mampu mendapatkan momentumnya.

Saat ini para pelaku pasar dan trader tengah menantikan kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell di depan anggota Kongres, untuk mendapatkan sinyal mengenai waktu pengurangan stimulus dan suku bunga yang lebih tinggi.

Sebelumnya Powell telah berulang kali mengatakan bahwa laju inflasi yang lebih tinggi hanya akan bersifat sementara, sekaligus mencatat bahwa dirinya mengharapkan bahwa rantai pasokan akan kembali normal dan mampu beradaptasi dengan kondisi sekarang.

Sementara itu Bank of Canada mengatakan bahwa pihaknya akan memperbarui perkiraan ekonomi mereka pada saat pengumuman kebijakannya di hari Rabu ini, dengan mengharapkan adanya pengurangan pembelian aset lebih lanjut, sehingga hal ini membuat Dollar Kanada mampu menahan laju penurunan terbesarnya dalam sepekan terakhir.(WD)

Related posts