Header Ads

Indeks Harga Jasa Jepang Mencatat Kenaikan

Kenaikan biaya iklan dan transportasi yang meningkat telah memberikan dukungan bagi indeks harga layanan Jepang yang menunjukkan tanda-tanda kenaikan di bulan Maret, sehingga menunjukkan bahwa ekonomi telah cukup pulih dari hantaman yang diakibatkan oleh pandemi virus corona di tahun lalu.

Namun penerapan kondisi darurat yang ketiga di hari Minggu kemarin guna memerangi kebangkitan infeksi Covid-19, yang berpotensi mengaburkan prospek ekonomi seiring permintaan agar pihak pengecer menutup aktifitasnya yang kemungkinan akan merugikan sektor konsumsi.

Dalam sebuah pengarahan Kepala Divisi Statistik Harga di Bank of Japan, Shigeru Shimizu mengatakan bahwa kemungkinan ada beberapa permintaan yang terpendam di bulan Maret sehingga mampu menaikkan harga, meskipun ada ketidakpastian besar terhadap prospek ekonomi, mengingat penerapan kondisi darurat yang baru.

Bank of Japan merilis data yang menunjukkan indeks harga jasa produsen, yang melacak harga jasa yang dikenakan perusahaan satu sama lain, mencatat kenaikan 0.7% di bulan Maret dari periode yang sama di tahun sebelumnya, yang mana ini merupakan kenaikan pertama dalam enam bulan dan mengikuti pembacaan yang cenderung flat di bulan Februari.

Sementara itu sebagian dari kenaikan tersebut disebabkan oleh efek dasar penurunan di tahun lalu, biaya televisi serta iklan internet yang mencatat kenaikan sesuai permintaan dari operator telepon seluler dan layanan lainnya.

Sementara itu sebuah data lainnya menunjukkan bahwa harga transportasi kargo juga mencatat pemulihan seiring pasokan yang lebih ketat, karena pemangkasan jumlah penerbangan yang dilakukan oleh maskapai penerbangan.

Harga jasa tetap lemah bahkan ketika harga barang mencatat kenaikan, karena pukulan berat yang dialami oleh konsumsi jasa akibat pandemi, sehingga menambah tekanan ke bawah dari laju pertumbuhan upah yang terus menerus melambat di Jepang.

Sedangkan data lainnya di hari Jumat lalu menunjukkan harga konsumen inti di Jepang mencatat penurunan dalam delapan bulan berturut-turut di bulan Maret, yang menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh Bank of Japan dalam mencapai target inflasi di kisaran 2%.(WD)

Related posts