Industrial Output Cina Mengalami Perlambatan

Laju pertumbuhan output pabrik di Cina selama bulan April dilaporkan mengalami perlambatan, setelah sebelumnya mengalami lonjakan di bulan Maret, sedangkan hasil penjualan ritel meleset dari perkiraan analis sehingga menunjukkan tekanan yang lebih besar bagi pemulihan sektor konsumsi.

Biro Statistik Nasional Cina melaporkan produksi industri mengalami pertumbuhan 9.8% di bulan April, yang melambat dari lonjakan sebesar 14.1% di bulan Maret sebelumnya, namun angka tersebut masih sesuai dengan perkiraan konsensus dari para analis dalam jajak pendapat Reuters.

Dalam sebuah pernyataannya lembaga tersebut mengatakan bahwa ekonomi Cina telah menunjukkan laju peningkatan yang stabil di bulan April lalu, akan tetapi sejumlah permasalahan baru telah muncul yang berpotensi menjadi penghambat bagi laju pemulihan ekonomi negara tersebut.

Sementara itu laju penjualan ritel dilaporkan naik 17.7% di tingkat tahunan pada bulan April lalu, yang mana data ini jauh lebih lemah dari perkiraan kenaikan sebesar 24.9% dari para analis serta mencatat penurunan dari lonjakan sebesar 34.2% yang dicatat pada bulan Maret.

Untuk investasi aset tetap mencatat peningkatan sebesar 19.9% dalam empat bulan pertama di tahun ini dari periode yang sama di tahun sebelumnya, masih lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan kenaikan sebesar 19.0% dari para analis, namun tercatat mengalami perlambatan dari kenaikan sebesar 25.6% selama periode Januari-Maret.

Sedangkan untuk investasi aset tetap di sektor swasta, yang berkontribusi sekitar 60% dari total investasi, mencatat kenaikan 21.0% di rentang waktu Januari-April, namun masih lebih lambat dari lonjakan 26.0% dalam tiga bulan pertama di tahun ini.

Pada bulan lalu para anggota badan pembuat keputusan tertinggi dari Partai Komunis yang berkuasa, mengatakan bahwa pemerintah Cina akan mendorong sektor manufaktur serta investasi swasta agar mampu pulih secepat mungkin, serta mengingatkan bahwa laju pemulihan ekonomi Cina belum merata dan belum mendapat pondasi yang kokoh.

Laju ekspor secara tiba-tiba mengalami peningkatan yang signifikan di bulan April lalu serta pertumbuhan impor mencatat hasil tertingginya dalam satu dekade terakhir, yang didukung oleh permintaan yang kuat untuk barang-barang produk Cina, di tengah laju pemulihan ekonomi AS yang cepat serta produksi pabrik yang terhenti di negara lainnya.

Produk domestik bruto Cina mencatat peningkatan hingga ke rekor 18.3% di periode kuartal pertama serta mayoritas ekonom memperkirakan bahwa laju pertumbuhan akan mampu melebihi 8% di tahun ini, namun sejumlah ekonom justru memperingatkan bahwa gangguan rantai pasokan global yang berkelanjutan serta basis perbandingan yang lebih tinggi berpotensi melemahkan momentum pertumbuhan di kuartal mendatang.(WD)

Related posts