Header Ads

Inflasi Inggris Dilaporkan Meningkat

Office for National Statistics melaporkan inflasi konsumen Inggris melonjak lebih tinggi di atas target dari BoE pada bulan Juni lalu, hingga mencapai 2.5% yang merupakan level tertingginya sejak Agustus 2018, sehingga mampu meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral Inggris akan mempertimbangkan pengurangan program stimulusnya lebih cepat.

Dilaporkan bahwa kenaikan ini mendapat kontribusi dari kenaikan harga makanan, bahan bakar, mobil bekas, pakaian serta alas kaki seiring bangkitnya ekonomi dari kemerosotan akibat kebijakan lockdown.

Kenaikan tersebut lebih tajam dibandingkan perkiraan kenaikan 2.2% dari para ekonom dalam jajak pendapat Reuters, dan naik dari 2.1% di bulan Mei sebelumnya serta hanya berselang sehari setelah kenaikan inflasi AS.

Hugh Gimber selaku ahli strategi pasar global di J.P. Morgan Asset Management, mengatakan bahwa bank sentral kemungkinan akan merasa bahwa waktunya semakin dekat untuk mengurangi dukungan yang mereka berikan kepada perekonomian.

Sebagian besar gubernur bank sentral dunia berpikir lonjakan inflasi global akan bersifat sementara, dan mencerminkan kemacetan rantai pasokan ketika ekonomi Barat muncul dari pandemi virus corona.

Deputi Gubernur Bank of England, Jon Cunliffe mengatakan bahwa pihak bank sentral akan melihat lebih dekat bagaimana kemungkinan laju inflasi yang persisten saat menerbitkan perkiraan bulan depan, namun sebagian besar peningkatan tersebut terkait dengan pembukaan kembali aktifitas ekonomi.

Bank of England telah merevisi perkiraan inflasi bulan lalu untuk memprediksi puncak lebih dari 3%, yang mana Andy Haldane sebagai kepala ekonom BoE melihat bahwa inflasi telah mendekati 4% pada akhir tahun ini, selain itu BoE memperkirakan inflasi akan kembali turun ke target 2% dalam beberapa tahun kedepan, karena tren harga pra-pandemi yang lemah serta pertumbuhan gaji yang lemah akan berlanjut.

Akan tetapi hasil data ini telah menghidupkan kembali pertanyaan tentang keputusan BoE November lalu untuk berkomitmen terhadap besaran pembelian obligasi baru sebesar 100 milliar Poundsterling ($138 milliar) sepanjang tahun ini.

Bank sentral Inggris merasa khawatir bahwa penghapusan bertahap dari program subsidi pekerjaan pemerintah di akhir September dapat menyebabkan pengangguran yang lebih tinggi, sehingga mampu menghilangkan overheat pada laju inflasi.

Harga minyak menunjukkan bahan bakar Inggris tumbuh 20.3% lebih tinggi dari bulan yang sama di tahun lalu dan menjadi kenaikan terbesar sejak 2010 silam, sementara harga mobil bekas naik 5,6%, meskipun tidak sebanyak di Amerika Serikat di mana mereka menyumbang sepertiga dari kenaikan inflasi pada bulan Juni.

Angka inflasi di bulan Juni ini merupakan yang pertama sejak dibukanya kembali aktifitas restoran bagi para pengunjung di dalam ruangan, serta mampu menunjukkan kenaikan harga terbesar sejak pembukaan kembali serupa pada Juli 2020 lalu.

Selain itu harga pakaian dan alas kaki naik 2.5%, tertinggi sejak Februari 2018, seiring lepasnya tekanan pembatasan lockdown di tahun lalu, sedangkan harga makanan tercatat 0.6% lebih rendah dibandingkan tahun lalu.(WD)

Related posts