Inflasi Inggris Mengalami Lonjakan Di Bulan Juli

Secara tidak terduga laju inflasi di Inggris mengalami lonjakan di bulan Juli lalu hingga ke tingkat tertinggi sejak bulan Maret, seiring toko pakaian yang menahan diri dari kebijakan diskon musim panas yang biasa mereka lakukan pasca dibukanya kembali aktifitas ekonomi akibat kebijakan lockdown untuk meredam pandemi.

Office for National Statistics melaporkan kenaikan indeks harga konsumen dalam skala tahunan hingga menjadi 1.0% di bulan Juli lalu dari pertumbuhan 0.6% pada bulan Juni sebelumnya, dan angka tersebut masih diatas semua perkiraan dalam jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom yang menunjukkan tidak adanya perubahan dari angka sebelumnya.

Dalam laporan disebutkan bahwa harga pakaian dan alas kaki menjadi kontributor terbesar bagi kenaikan laju inflasi, yang mana di sebagian besar periode tahun ini para pengecer memangkas harga pakaian antara bulan Juni dan Juli, dengan tujuan untuk menghabiskan produk musim panas mereka sebagai persiapan untuk menyambut musim gugur.

Deputi Ahli Statistik Nasional ONS, Jonathan Athow mengatakan bahwa harga untuk perawatan gigi pribadi, fisioterapi dan pangkas rambut telah mengalami peningkatan dengan kebutuhan akan APD (Alat Pelindung Diri) yang berkontribusi terhadap biaya dari sektor bisnis tersebut, selain itu harga bensin yang lebih tinggi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan laju inflasi yang lebih tinggi.

Sementara itu untuk inflasi inti, yang tidak termasuk harga energi, makanan, alkohol dan tembakau yang biasanya tidak stabil, mencatat kenaikan ke level tertingginya dalam setahun terakhir di angka 1.8% dari 1.4% di bulan Juni, mengalahkan perkiraan pertumbuhan di angka 1.3% dari para ekonom.

Pihak Office for National Statistics juga mengatakan bahwa angka inflasi di bulan Juli berdasarkan pada cakupan yang hampir lengkap dari standar seluruh barang dan jasa, setelah tidak tersedianya beberapa layanan secara luas di awal diberlakukannya kebijakan lockdown.

Pada awal bulan ini pihak Bank of England mengatakan bahwa mereka telah mengeluarkan perkiraan laju inflasi akan berubah ke kisaran negatif dalam periode yang singkat dalam waktu dekat ini, dengan mencatat penurunan ke minus 0.3% di bulan Agustus.(WD)

Related posts