Header Ads

Investor Skeptis Pada SPR Memicu Kenaikan Oil

Harga minyak mentah kembali beranjak naik dan berpotensi menyapa harga $80.50-an per barel sebagaimana terdeteksi pada grafik Daily MT4 TopGrowth untuk pergerakan CLSC (Spot Month Contract for Crude Oil Futures @ NYMEX) pada hari ini (Rabu, 24 November 2021).

Sementara minyak mentah berjangka Brent pada hari Selasa kemarin (23 November 2021), naik 3.3% dan menyentuh harga $82.24 per barel,  bersamaan dengan kenaikan 2.3%  minyak mentah berjangka WTI Amerika Serikat pada harga $78.60 per barel.

Kenaikan Oil tidak terlepas dari sikap skeptis para investor tekait efektivitas pengeluaran stok minyak mentah yang terkoordinasi pimpinan Amerika Serikat dari cadangan strategis dan mengalihkan fokusnya pada langkah yang akan diambil oleh OPEC

“Para investor nampaknya kecewa dengan pelepasan minyak mentah yang kecil di bawah pimpinan AS, sementara upaya terkoordinasi oleh negara-negara konsumen minyak juga menimbulkan kekhawatiran bahwa OPEC + dapat memperlambat laju peningkatan produksinya. Dan sekarang, atensi pasar beralih pada pertemuan OPEC + berikutnya pada 2 Desember ” ujar Satoru Yoshida, seorang analis komoditas dari Rakuten Securities.

Pada awal pekan ini, AS telah menyerukan akan melepaskan jutaan barel minyak mentah dari cadangan strategis yang terkoordinasi dengan Cina, India, Korea Selatan, Jepang dan Inggris, demi mencoba meredam lonjakan harga minyak mentah, setelah para anggota produsen OPEC + mengabaikan seruan untuk lebih banyak memproduksi minyak mentah

Di sisi lain, American Petroleum Institute pada hari Selasa kemarin melaporkan stok minyak mentah AS naik 2.3 juta barel untuk akhir pekan 19 November , melibas ekspektasi turun 500.000 barel dari para analis.

Related posts