Ketidakpastian Menimbulkan Tekanan Bagi Emas

Menjelang debat pemilihan presiden AS antara Presiden Donald Trump dan Joe Biden sebagai kandidat dari Partai Demokrat, masih tersisa ketidakpastian yang melanda pasar global seiring indeks Dollar yang lemah serta penurunan yang dicatat oleh komoditas Emas.

Selain debat antara Trump dan Biden, investor juga mencari tahu apakah Kongres AS akan mencapai kesepakatan tentang langkah-langkah stimulus terbaru, setelah Ketua DPR Nancy Pelosi tetap optimis bahwa Demokrat dan Republik dapat segera mencapai kesepakatan, seraya menambahkan bahwa pembicaraan antara kedua belah pihak masih terus berlanjut.

Para investor juga menunggu sejumlah data menjelang akhir bulan ini, yang mana Cina akan merilis data PMI manufaktur dan PMI non-manufaktur versi lembaga Caixin, sementara AS juga akan merilis data ekonomi termasuk kepercayaan konsumen dari lembaga Conference Board (CB) untuk bulan September serta data PMI yang akan dikeluarkan oleh Institute of Supply Management (ISM) di pekan ini.

Terkait posisi transaksi Emas di pasar komoditas di awal pekan ini, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) mengatakan bahwa para investor saat ini telah mengurangi posisi bullish mereka di kontrak Emas dan Perak di bursa COMEX dalam sepekan terakhir.

Sementara tingkat kepemilikan Emas di SPDR Gold Trust, sebagai salah satu faktor yang memberikan dukungan bagi Gold Fund yang diperdagangkan di bursa secara global, dilaporkan turun 0.02% menjadi 1,266.84 ton.

Sedangkan tingkat permintaan Emas dalam bentuk fisik dilaporkan merangkak naik di pasar Asia, seiring pedagang di bursa Emas India telah menawarkan diskon di level terendahnya sejak Agustus lalu, karena penurunan harga Emas yang menyebabkan turunnya jumlah permintaan.(WD)

Related posts