Laba Sektor Perbankan Cina Tumbuh Diatas 2% Di 2021

Dalam sebuah laporannya di hari ini, Bank of China selaku pemberi pinjaman terbesar keempat di Cina, mengatakan bahwa sektor perbankan Cina kemungkinan akan menunjukkan hasil pertumbuhan laba tahunan hingga sebesar 2-3 persen di tahun 2021 mendatang, setelah sebelumnya mengalami penurunan hingga 7% seperti yang diharapkan di tahun ini, akibat pukulan yang timbul dari pandemi virus global.

Laju pemulihan ini kemungkinan terjadi karena bank-bank harus membuat lebih sedikit pengorbanan sebagai upaya untuk mendukung ekonomi riil di tahun depan, dengan peningkatan provisi kerugian pinjaman yang diharapkan mampu kembali ke level normalnya.

Dalam laporan tersebut ditambahkan bahwa pihak perbankan telah menyisihkan dalam jumlah yang cukup banyak, guna mencerna hasil pinjaman tahunan yang buruk selama tahun 2020 ini.

Institusi pemberi pinjaman terbesar Cina dilaporkan telah mengalami penurunan keuntungan di paruh pertama di tahun ini, yang menjadi penurunan terburuknya sejak terdaftar di pasar saham lebih dari satu dekade lalu.

Selain itu mereka juga telah meningkatkan provisi kerugian di sektor pinjaman sepanjang kuartal ketiga yang pertama kalinya di tahun ini, menyusul pemerintahan Beijing yang memberikan desakan untuk meningkatkan sekaligus memberikan pinjaman kepada sektor ekonomi yang mengalami kelesuan.

Disebutkan pula bahwa risiko kredit bank diperkirakan akan terus terakumulasi di tahun 2021 mendatang, seiring semakin banyaknya hutang yang menimbulkan keterpurukan akibat dari berakhirnya langkah-langkah dukungan yang diterapkan untuk mengakhiri dampak pandemi.

Rasio kredit buruk di seluruh sektor kemungkinan akan mencapai 2-2.2 persen pada akhir tahun 2021, dan akan lebih tinggi untuk bank-bank di kota-kota kecil dan daerah pedesaan di mana pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan melambat.

Sebelumnya sebuah data publik menunjukkan bahwa rasio kredit macet dari bank komersial di Cina, tercatat sebesar 1.96% di akhir bulan September yang lalu.

Laporan tersebut juga mencantumkan bahwa investasi non-kredit di sejumlah bank diperkirakan akan menghadapi risiko yang relatif besar di tahun 2021, dikarenakan investasi semacam itu, seiring investasi semacam itu terutama mengalir ke proyek properti dan pembiayaan kendaraan bagi pemerintah daerah, sehingga risiko tersebut akan menular ke sektor pembiayaan lainnya.(WD)

Related posts