Melemahnya Dollar Dan Yield Treasury Mendukung Emas

Komoditas Emas berhasil bertahan di jalur kenaikan harian di sesi perdagangan Asia hari ini, dan mampu bertahan dekat level tertingginya dalam delapan pekan terkahir, seiring nilai Greenback yang melemah serta imbal hasil Treasury AS yang terpantau turun.

Diberitakan bahwa Komite Senat AS pada hari Rabu waktu setempat, telah memberikan dukungan RUU yang ditujukan untuk Cina sekaligus mengusulkan pengawasan yang lebih cermat atas sumbangan luar negeri ke sejumlah perguruan tinggi dan universitas AS di antara langkah-langkah kebijakan lainnya.

Pengesahan RUU yang bertujuan untuk memperkuat daya saing AS di sektor teknologi dan industri manufaktur yang bersifat kritis, dinilai telah meningkatkan ketegangan antar kedua negara ekonomi terbesar dunia tersebut.

Selain itu anggota parlemen AS juga memperkenalkan RUU terpisah yang bertujuan untuk mendapatkan dana milliaran Dollar untuk pembiayaan penelitian teknologi, dan secara lebih luas ekonomi diperkirakan akan tumbuh dalam laju tahunan tercepatnya beberapa dekade terakhir di sepanjang tahun 2021 ini, di tengah kenaikan kasus Covid-19 berpotensi memperlambat.

Menurut data terakhir dari Universitas John Hopkins, jumlah kasus infeksi virus corona secara global telah melebihi angka 143 juta dan memakan korban jiwa hingga lebih dari 3 juta jiwa per hari ini.

Sementara itu para investor di pasar komoditas tengah menunggu keputusan kebijakan dari European Central Bank pada hari ini serta keputusan kebijakan dari Federal Reserve di pekan depan.

Para investor juga akan mencermati hasil keputusan kebijakan dari Bank of Canada yang mengisyaratkan bahwa mereka dapat mulai menaikkan suku bunga di akhir tahun 2022 mendatang, setelah memutuskan untuk memangkas pembelian obligasi, yang mana langkah ini menjadikan BoC sebagai bank sentral pertama dari negara-negara G7 yang berencana untuk memangkas program stimulus mereka.(WD)

Related posts