Header Ads

Menjelang Testimony Powell, USD Relatif Tertekan

Meski bergerak dalam rentang transaksi yang tidak terlalu lebar sejak opening pasar Asia hingga memasuki zona waktu pasar Eropa akhir pekan ini (Jumat, 22 Oktober 2021), performa USD bervariasi terhadap rival mata uang utama lainnya dan bertendensi tertekan

Terhadap EUR misalnya, mata uang Amerika Serikat terpantau berbalik tertekan pada saat EURUSD mendekati area resisten dinamis antara EMA 200 dan Upper Bollinger Bands H4 (1.16581-1.16680), disusul oleh kinerja GBPUSD yang mulai bergeliat membidik kembali resistensi Triple Top (1.38330) dan AUDUSD mulai memprovokasi resisten 0.75450.

Di sisi lain, USDJPY mulai mengintai konfluensi dari support dinamis EMA 50 dan Lower Bollinger Bands H4 (113.741) dan USDCHF kembali didominasi sellers dan getol menteror support kritis 0.91478.

Sejatinya, penampilan the greenback pada sepanjang sesi transaksi hari Kamis kemarin (21 Oktober 2021) cukup menjanjikan, disulut oleh potret cerah dari data US Unemployment Claims untuk akhir pekan 16 Oktober 2021 dengan jumlah 290.000 dari estimasi naik 298.000, setelah pekan sebelumnya berjumlah 296.000.

Namun sikap antisipasi para investor dan trader global terhadap momen testimony Fed Chair Jerome Powell, dijadikan ajang untuk sejenak mengamankan profit dan melepas USD versus rival mata uang utama lainnya.

Powell akan menjadi pembicara kunci pada perhelatan virtual panel dengan  tema “Monetary and Financial Stability Challenges to Central Banks in The Wake of COVID-19”. Konferensi on-line yang disponsori oleh South African Reserve Bank pada jam 23.00 WIB malam ini.

Setiap lontaran komentar dari Fed Chair Jerome Powell, akan disimak dengan jeli para investor global, terutama saat menyinggung perihal Tapering dan prospek kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve

Event vital lainnya adalah Treasury Currency Report (tentative) yang memuat detail ulasan mengenai beragam kebijakan yang berkenaan dengan pertukaran mata uang, kondisi ekonomi, aksi-kebijakan bank sentral dan kebijakan pemerintah di seluruh dunia. Dan yang terpenting, adalah laporan garis besar terkait beberapa negara yang dituding sebagai manipulator mata uang.

Kedua event tersebut diperkirakan akan mempengaruhi arah pergerakan USD, setidaknya hingga penutupan pasar New York akhir pekan ini. Bila bernuansa optimis, maka USD berpeluang ditutup dengan grafik naik

Sebaliknya, pabila atmosfir negative yang menyeruak, maka the greenback akan kian  terpuruk dan ditutup dengan grafik  menukik.

Related posts