Header Ads

Minyak Mentah Masih Berada Di Jalur Penurunan

Meskipun terpantau mengalami kenaikan tipis di sesi perdagangan waktu Asia pagi hari tadi, namun harga minyak global nampaknya masih berada di jalur penurunan bulanan kedua, menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap kenaikan jumlah kasus infeksi virus corona di Eropa dan AS yang dinilai dapat mengganggu konsumsi bahan bakar.

Minyak mentah jenis Brent Crude Oil sempat naik tipis sebanyak 15 sen menjadi $37.80 per barrel, setelah sempat menyentuh level terendahnya dalam lima bulan di sesi perdagangan sehari sebelumnya, sementara minyak mentah berjangka AS jenis West Texas Intermediate sempat mencatat kenaikan 10 sen ke $36.57 per barrel.

Terkait penurunan harga minyak hingga saat ini, analis pasar Asia Pasifik dari OANDA, Jeffrey Halley mengatakan bahwa sepertinya tidak akan terjadi bouncing harga di tahap ini, seiring perlambatan di Eropa yang membahayakan tingkat konsumsi global serta kembalinya tingkat produksi Libya sehingga tanggung jawab terhadap pasar minyak saat ini ada di pundak OPEC+ untuk mempertimbangkan kembali peningkatan produksi sebanyak 2 juta barrel per hari di bulan Januari mendatang.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, diperkirakan akan meningkatkan produksi mereka sebesar 2 juta barel per hari pada Januari sebagai bagian dari perjanjian produksi mereka.

Namun demikian negara produsen utama minyak, Arab Saudi dan Rusia masih mendukung untuk mempertahankan kebijakan pengurangan produksi dari negara produsen anggota kelompok tersebut hingga sekitar 7.7 juta barrel per hari hingga tahun depan, menyusul kebijakan lockdown baru di kawasan Eropa yang berpotensi mengancam penurunan laju permintaan minyak.(WD)

Related posts