Minyak Sedikit Tertekan Namun Masih Cukup Stabil

Pergerakan harga minyak sedikit mengalami tekanan di sesi awal perdagangan waktu Asia pagi ini, namun terpantau masih cukup stabil setelah mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari sebulan terakhir.

Penurunan yang sebelumnya dialami oleh komoditas tersebut timbul seiring investor yang mempertimbangkan prospek kenaikan laju permintaan minyak terhadap percepatan inflasi yang berpotensi menyebabkan bank sentral berpikir untuk mulai mengakhiri kebijakan akomodatifnya.

Minyak mentah berjangka AS jenis West Texas Intermediate diperdagangkan di kisaran $ 63.65, setelah sebelumnya jatuh hingga 3.4% di hari Kamis kemarin yang merupakan penurunan terbesarnya sejak 5 April lalu, di tengah penurunan komoditas secara luas yang di tekan oleh kenaikan harga konsumen.

Selama pekan ini harga minyak mentah telah mengalami penurunan 1.6%, meskipun tersisa pandangan positif secara luas dari International Energy Agency yang menunjukkan kelebihan pasokan global yang menumpuk sejak tahun lalu.

Sejak awal tahun ini harga minyak masih menunjukkan penguatannya seiring meningkatnya laju permintaan yang dipicu oleh peluncuran vaksin Covid-19, meskipun laju kenaikan telah terhenti sejak awal Maret lalu.

Setelah terjadi lonjakan harga konsumen di AS, yang memicu munculnya spekulasi bahwa Federal Reserve dapat menarik kembali dukungan moneternya, sehingga hal ini memberikan hantaman terhadap harga bahan baku namun para pembuat kebijakan bersikeras bahwa belum ada perubahan apapun dalam sikap akomodatif mereka.

Rumitnya gambaran tentang laju permintaan minyak terjadi akibat belum meratanya pemulihan dari wabah virus corona, yang terlihat di Jepang yang mengisyaratkan bahwa mereka dapat memperpanjang kebijakan pembatasan, selain itu pemerintahan Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa warga AS yang telah divaksinasi kebanyakan enggan menggunakan masker di tengah masih diberlakukannya aturan pembatasan sosial.

Sementara itu diberitakan bahwa perusahaan minyak terbesar India kembali melakukan pembelian setelah absen selama satu bulan, yang mana ini memberikan sejumlah optimisme bahwa laju permintaan di negara Asia Selatan ini tidak terhenti oleh kebangkitan virus.

Hal ini ditandai dengan laporan yang menyebutkan bahwa Indian Oil Corp telah mengeluarkan tiga tender pembelian minyak mentah untuk dimuat dalam dua bulan kedepan, yang mana langkah signifikan ini akan sangat bergantung pada seberapa banyak perusahaan tersebut akan membeli minyak.(WD)

Related posts