Header Ads

Minyak Turun Akibat Kekhawatiran Kebijakan OPEC+

Kekhawatiran yang berlebihan terhadap pasokan minyak global setelah OPEC dan sekutunya mengurangi kebijakan pemotongan produksi di bulan Agustus, serta ditambah dengan kenaikan jumlah infeksi Covid-19 di seluruh dunia, telah menyebabkan melambatnya kenaikan permintaan terhadap bahan bakar sehingga harga minyak mencatat penurunan.

Harga minyak mentah berjangka jenis Brent mencatat penurunan 26 sen atau sekitar 0.6%, sementara minyak mentah berjangka AS jenis West Texas Intermediate turun sebesar 29 sen atau sekitar 0.7% di harga $39.89 per barrel.

Brent Crude membukukan kenaikan bulanan keempatnya di bulan Juli dan minyak mentah AS membukukan sepertiganya karena kedua jenis minyak mentah tersebut naik dari level rendahnya di bulan April lalu, saat sebagian besar aktifitas ekonomi di belahan dunia mengalami lockdown akibat pandemi.

Hiroyuki Kikukawa yang menjabat sebagai manajer umum penelitian di Nissan Securities, mengatakan bahwa investor merasa khawatir mengenai kelebihan pasokan karena OPEC+ akan mulai mengurangi pengurangan produksi bulan ini dan pemulihan harga minyak dari rekor terendahnya yang kemungkinan akan mendorong produsen shale oil AS untuk meningkatkan produksinya, selain itu kekhawatiran terhadap kebangkitan kasus infeksi virus corona berpotensi membebani pasar minyak.

Produksi minyak oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak naik lebih dari 1 juta barel per hari pada Juli karena Arab Saudi dan anggota Teluk lainnya mengakhiri pembatasan pasokan sukarela mereka di atas kesepakatan yang dipimpin OPEC.

OPEC+, yang anggotanya terdiri dari negara anggota OPEC dan sekutu termasuk Rusia, akan meningkatkan produksi pada bulan Agustus, menambahkan sekitar 1.5 juta barel per hari ke pasokan minyak global.

Sementara itu perusahaan energi AS dilaporkan mempertahankan jumlah rig pengeboran minyak dan gas alam tidak berubah di rekor terendahnya karena jumlah rig yang aktif mengalami penurunan selama lima bulan berturut-turut, meskipun di bulan Juli mencatat penurunan bulan terendahnya.(WD)

Related posts