Header Ads

Oil dalam Fase Konsolidasi

Setelah sempat membentuk candlestick berpola bullish pada sesi transaksi Selasa lalu, pada sesi perdagangan kemarin (Rabu, 24 November 2021),  pola jejak Oil nampak bergerak dalam rentang transaksi tipis serta meninggalkan candlestick berformat Doji Minor. Sehingga mengindikasikan bahwa buyers belum sanggup mendesak Oil lebih jauh dan masih tertahan area resisten 78.48-79.30.

Pola doji minor Oil, juga mengisyaratkan bahwa para trader dan investor lebih memilih untuk menunggu bagaimana produsen utama menanggapi pengeluaran minyak mentah darurat oleh negara-negara konsumen utama yang dirancang demi meredam gejolak harga oil di pasar. Bahkan pada saat data menunjukan demand bahan bakar AS tampak bugar.

Minyak mentah berjangka jenis Brent tergelincir 3 sen menjadi $82.22 per barel setelah terkuras 6 sen, disusul minyak mentah berjangka jenis WTI AS yang terkoreksi 9 sen atau 0,1% menjadi $78.30 per barel.

Di sisi lain, CLSC (Spot Month Contract for Crude Oil Futures @NYMEX) sebagaimana termonitor pada grafik Daily MT4 TopGrowth, hanya mampu bergerak tipis pada level high  dan low intraday (79.19 dan 77.96).

Para trader dan investor kini atensinya tersedot pada OPEC + yang akan bertemu pada pekan depan guna membahas supply dan demand minyak global. OPEC+ telah menambahkan pasokan sebesar 400.000 barel per hari sejak Agustus 2021, membuka rekor pengurangan produksi yang dibuat tahun lalu, pada saat pembatasan efek dari pandemi COVID-19 menghantam demand.

OPEC + akan bertemu pada 2 Desember mendatang untuk memutuskan apakah akan menggenjot produksinya sebesar 400.000 barel per hari pada Januari 2022 atau tidak.

Tiga sumber menyatakan kepada Reuters bahwa OPEC+ tidak membahas penghentian peningkatan produksi minyaknya, meskipun ada keputusan dari Amerika Serikat, Jepang, India dan lainnya untuk melepaskan stok minyak darurat.

Related posts