Oil Naik Pasca Stok Minyak AS Anjlok

Sejak opening pasar Asia hingga memasuki zona waktu transaksi pasar Eropa hari ini, Kamis 23 September 2021, performa Oil terdeteksi menapaki grafik naik.

Kembalinya dominasi buyers atas Oil tidak terlepas dari faktor penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat dengan label “melebihi perkiraan”

Tersendatnya produksi penyulingan minyak mentah menyusul gangguan di Teluk Meksiko setelah dihantam dua badai Ida dan Nicholas, juga menjadi faktor tambahan bagi performa apik Oil.

Faktor katalis lainnya adalah meningkatnya pola risk appetite dari para investor berkenaan dengan kekhawatiran terhadap kemungkinan gagal bayar China Evergrande Group atas bunga pinjaman, sehingga rentan berimbas pada kebugaran ekonomi Cina. Sementara Cina merupakan negara terbesar kedua sebagai consumer minyak dunia.

Data yang dirilis kemarin, Rabu (22 September 2021) tercatat bahwa stok minyak mentah Amerika Serikat menurun sebesar (-3.5 juta barrel) dari prediksi turun (-3.3 juta barrel).

Dari dimensi teknikal, pola jejak kenaikan Oil terlihat solid setelah secara konsisten melaju di atas support dinamis konfluensi Mid Bollinger Bands dan EMA 50 pada grafik H4, yaitu 71.10; dan berpotensi menguji lagi area resisten kritis 72.77-73.11

Related posts