Panetta : ECB Jangan Mengurangi Stimulus Terlalu Dini

Deputi senior gubernur ECB yang juga menjadi anggota dewan kebijakan bank sentral Eropa, Fabio Panetta mengatakan bahwa bank sentral tidak boleh mengurangi stimulus moneternya terlalu dini dan harus mempertahankan fleksibilitas luar biasa dari skema pembelian obligasi darurat di luar krisis saat ini.

Hal tersebut dimaksudkan untuk memastikan bahwa ekonomi Eurozone selama resesi yang dalam saat ini mampu terus berjalan setelah ECB menyetujui fleksibiltas luar biasa untuk program Pandemic Emergency Purchase senilai 1.85 triliun Euro di tahun lalu.

Skema bantuan ini kemungkinan paling cepat akan berakhir di bulan Maret mendatang, yang mana hal ini sebetulnya telah meningkatkan risiko mundurnya peran ECB di sejumlah pasar di kawasan Eropa.

Sementara itu instrumen bantuan yang lebih tradisional, seperti Asset Purchase Programme, dinilai telah mempersulit pihak ECB untuk memusatkan pembelian obligasi di pasar tertentu atau secara fleksibel menetapkan ukuran intervensi mereka secara lebih bervariasi.

Lebih lanjut Panetta mengatakan bahwa program pembelian darurat pandemi telah menunjukkan manfaat dari kebijakan moneter yang fleksibel ketika perbedaan kondisi pembiayaan di seluruh negara menjadi hambatan bagi mekanisme transmisi secara terus menerus.

Beliau juga menyampaikan bahwa pihak bank sentral harus berusaha untuk mempertahankan “unconventional flexibility”, yang telah dirasakan mampu membantu bank sentral dengan lebih baik selama pandemi.

Komentar yang dilontarkan ini dapat menempatkan Panetta untuk mengalami benturan dengan para pembuat kebijakan berpengaruh seperti anggota dewan eksekutif ECB Isabel Schnabel dan Presiden Bundesbank Jens Weidmann, yang keduanya menentang pendapat yang mempertahankan semua fleksibilitas Pandemic Emergency Purchase Programme di luar krisis saat ini.

Namun Panetta juga mengeluarkan peringatan agar tidak memangkas dukungan ECB terlalu cepat, sembari mengatakan bahwa kemunduran awal akan mendorong biaya pinjaman menjadi terlalu banyak dan pada akhirnya akan memaksa ECB untuk meningkatkan pembelian.

Disebutkan bahwa pengalaman menunjukkan bahwa upaya untuk mengurangi laju pembelian aset terlalu dini akan menyebabkan pengetatan kondisi pembiayaan dan laju pembelian yang lebih tinggi di kemudian hari.(WD)

Related posts