PBoC Tidak Berencana Menerapkan Lebih Banyak Stimulus

Para pembuat kebijakan dari People’s Bank of China mengatakan bahwa pihaknya tidak merencanakan untuk menerapkan kebijakan stimulus lebih banyak bagi perekonomiannya, seiring mereka menilai bahwa laju pertumbuhan ekonomi telah pulih dari guncangan akibat pandemi Covid-19.

Wakil direkur departemen kebijakan moneter PBOC, Guo Kai mengatakan kepada para wartawan bahwa beberapa kebijakan dan langkah-langkah telah dibuat sebagai tanggapan terhadap pandemi virus corona, dan saat misi tersebut telah selesai maka sepertinya tidak perlu penerapan lebih lanjut.

Sebagai contoh Kai menunjuk kepada dua program pinjaman khusus senilai total 800 milliar Yuan ($114.29 milliar), yang dinilai telah menyelesaikan tujuan dari program tersebut dalam mendukung produksi pasokan medis dan untuk memulai kembali pekerjaan di sektor tersebut.

Selama tiga bulan pertama tahun ini, ekonomi China mengalami kontraksi 6.8% setelah lebih dari setengah negara itu memperpanjang penutupan liburan Tahun Baru Imlek setidaknya seminggu di bulan Februari dalam upaya untuk membatasi penyebaran Covid-19. Sementara itu kepala departemen statistik dari bank sentral Cina,

Ruan Jianhong mengatakan bahwa dari 10 ribu perusahaan yang disurvei secara nasional, sekitar 90.7% dari perusahaan industri jasa yang telah dibuka kembali pada 15 Juni, dan bagi mereka yang bekerja di insutri tersebut maka tingkat pemanfaatan peralatan setidaknya sama dengan tingkat rata-rata pada kuartal kedua di tahun lalu.

Data PBoC yang dirilis Jumat menunjukkan bahwa di tengah puncak wabah koronavirus pada paruh pertama tahun ini, bank-bank Cina telah memberikan pinjaman hingga jumlahnya menyentuh rekor tertingginya di 12.09 triliun Yuan, yang menurut Reuters setara dengan GDP Kanada.

Lebih lanjut Guo mengatakan bahwa pihaknya harus mengakui bahwa menurunkan suku bunga secara tepat bukan berarti “semakin rendah, semakin baik”, namun jika suku bunga terlalu rendah maka hal tersebut dapat menyebabkan masalah terkait modal yang mengalir ke tempat yang tidak seharusnya.

Mengingat peluang untuk pengembalian yang relatif lebih tinggi, lebih banyak modal asing mengalir ke aset investasi Tiongkok, dan hal ini terlihat pada pekan lalu saat pasar saham Cina Daratan mengalami lonjakan lebih dari 7% seiring optimisme investor lokal yang juga melonjak di tengah beberapa laporan media yang didukung oleh pemerintah yang mengeluarkan komentar yang positif tentang kondisi pasar.

Sementara itu dalam sebuah catatannya Kepala ekonom Cina di Nomura, Ting Lu mengatakan bahwa dirinya mengharapkan kredit dapat meningkat lebih lanjut dalam beberapa bulan kedepan, mengingat tingginya kebutuhan anggaran pemerintah.

Sehingga Ting Lu menilai bahwa pihaknya berharap PBoC akan mempertahankan pelonggaran kebijakannya selama sisa tahun ini karena ekonomi yang masih jauh dari pemulihan secara menyeluruh dan tengah menghadapi ketidakpastian yang semakin tinggi.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa meskipun demikian PBoC dapat menunda beberapa langkah pelonggaran moneter yang telah direncanakan sebelumnya, terutama yang memiliki profil tinggi seperti pemangkasan rasio persyaratan cadangan serta pemangkasan suku bunga fasilitas pinjaman jangka menengah, menyusul terjadinya reli di pasar saham baru-baru ini dan dirinya percaya bahwa probabilitas bank sentral Cina untuk memangkas suku bunga simpanan saat ini telah mendekati nol.(WD)

Related posts