Header Ads

Pemimpin Uni Eropa Sepakati Kebijakan Stimulus

Pasca pertemuan puncak yang berlangsung selama lima hari, para pemimpin negara-negara Uni Eropa telah menyepakati rencana stimulus besar-besaran untuk ekonomi di kawasan tersebut yang terkena hantaman pandemi virus corona.

Dalam konferensi pers pasca pertemuan tersebut, Ketua KTT Charles Michael mengatakan bahwa perjanjian ini mengirimkan sinyal konkret bahwa Eropa akan menjadi kekuatan dalam tindakan pemulihan, yang mana kebijakan stimulus ini tidak hanya sekedar dana tunai, namun juga menyangkut lapangan kerja, kesehatan serta kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.

Kesepakatan yang dimulai dari dari presentasi Michael tentang kompromi terhadap dana pemulihan sebesar 750 milliar Euro, yang dinilai oleh para pejabat Uni Eropa bahwa kesepakatan tersebut sangat penting untuk menghilangkan keraguan terhadap masa depan kawasan Uni Eropa.

Sebelumnya Uni Eropa dinilai lambat mengkoordinasikan tanggapan awal mereka terhadap pandemi Covid-19, yang telah dilemahkan oleh kepergian Inggris dari blok tersebut, sehingga kebijakan bantuan ekonomi akan menunjukkan bahwa kwasan tersebut tetap bersatu untuk mengatasi krisis.

Negara-negara Eropa telah melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengatasi virus corona daripada Amerika Serikat setelah beberapa bulan sebelumnya pandemi tersebut telah menghancurkan ekonomi Italia dan Spanyol, sehingga menghancurkan aktifitas ekonomi.

Bank Sentral Eropa telah memompakan uang yang tidak ada bandingannya ke dalam ekonomi untuk membuat mereka tetap berjalan, sementara pihak Brussels menuntaskan kebijakan dana pemulihan mereka.

Saat pertemuan berlangsung telah terjadi perdebatan yang panas di saat sekelompok negara Eropa Utara yang dipimpin oleh Belanda, yang tetap bertahan terhadap kebijakan hibah gratis dalam kebijakan dana pemulihan khusus yang diusulkan sebesar 750 milliar Euro secara keseluruhan.

Polandia akan menjadi penerima manfaat utama dari paket pemulihan, dan menerima puluhan miliiar Euro dalam bentuk hibah dan pinjaman murah, yang memiliki hutang dalam jumlah besar dan menderita imbas pandemi terbesar di Eropa bersama dengan negara-negara Eropa di pinggiran Mediterania.(WD)

Related posts