Header Ads

Penjualan Ritel Inggris Tumbuh Lebih Cepat Di Bulan Agustus

Konsumen di Inggris dilaporkan telah menghabiskan uang mereka lebih banyak di bulan lalu, sehingga membawa laju penjualan untuk barang-barang kebutuhan meningkat lebih jauh di atas level pra-pandemi, dengan permintaan online yang kuat sehingga membantu sebagian besar sektor penjualan ritel mengalami pemulihan lebih cepat dibandingkan sektor ekonomi lainnya.

Kantor Statistik Nasional melaporkan volume penjualan ritel naik 0.8% di bulan Agustus, sedikit diatas perkiraan kenaikan 0.7% dalam jajak pendapat Ruters, sementara di tingkat tahunan penjualan ritel mencatat pertumbuhan 2.8% atau sedikit di bawah perkiraan pertumbuhan 3.0% di tingkat tahunan.

Laju penjualan telah melampaui level sebelum terjadinya pandemi Covid di bulan Juli dan saat ini sekitar 4.0% lebih tinggi dari sebelumn terjadinya krisis, meskipun para ekonom bersikap hati-hati mengenai apa yang akan terjadi di akhir tahun ini jika angka pengangguran mengalami peningkatan tajam seperti yang diperkirakan.

Andrew Wishart dari perusahaan konsultan Capital Economics mengatakan bahwa laju pengeluaran kemungkinan masih akan tersendat seiring skema cuti telah ditutup dan pengangguran mengalami peningkatan, sehingga membebani pendapatan rumah tangga dan keamanan pekerjaan, dan selain itu bagian dari ekonomi seperti investasi akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih.

Para ekonom menilai bahwa pihak pengecer mendapat keuntungan dari para warga Inggris yang lebih sedikit melakukan liburan ke luar negeri di musim panas ini, permintaan yang terpendam akibat kebijakan lockdown serta pergeseran ke pengeluaran untuk barang-barang rumah tangga dibandingkan aktifitas di luar rumah.

Namun demikian rebound yang terjadi telah mampu menutup kesenjangan yang tajam antara para pengecer online dan pengecer konvensional, seiring laju penjualan online dan pesanan melalui pos mengalami kenaikan sebesar 34.4% di tahun ini pada bulan Agustus, sementara sebagian besar pengecer tradisional di luar sektor grosir mengalami penurunan.

Krisis dalam ritel tradisional berdampak langsung pada tuan tanah komersial, dengan penutupan toko dan penyewa seperti rantai pakaian New Look berusaha untuk menegosiasikan ulang harga sewa untuk menghubungkan mereka dengan omset.

Sementara itu jaringan department store kelas atas, John Lewis dilaporkan telah kehilangan nilai toko mereka hingga 470 juta Poundsterling serta membatalkan pemberian bonus tahunan kepada para staf mereka untuk pertama kalinya sejak 1953 silam.

Secara mendetail disebutkan bahwa penjualan produk pakaian naik 13.5% di bulan Agustus, namun masih tetap mencatat penurunan 15.5% di tingkat tahunan dan juga pihak ONS melaporkan bahwa sekitar 86% toko pakaian melaporkan jumlah pembeli yang lebih sedikit dibandingkan sebelum pandemi.

Sedangkan untuk penjualan bahan makanan mencatat kenaikan hanya 0.4% di bulan Agustus, setelah mengalami pertumbuhan yang kuat di bulan-bulan sebelumnya di saat warga Inggris lebih banyak makan di rumah.

Sebelumnya British Retail Consortium telah mendesak pemerintah untuk mengizinkan toko-toko yang tidak penting untuk tetap dibuka, bahkan di saat bisnis lainnya mengalami lockdown dalam skala lokal untuk membasmi lonjakan kasus infeksi Covid-19, seiring Bank of England telah mengidentifikasi bahwa permintaan konsumen sebagai salah satu titik cerah, namun rentan terhadap imbas dari peningkatan kasus pandemi dan tingginya angka pengangguran.(WD)

Related posts