Header Ads

Pertumbuhan Ekonomi Cina Melaju Lebih Cepat

Laju pemulihan ekonomi Cina di kuartal pertama melaju lebih cepat dari kemerosotan yang diakibatkan oleh pandemi virus corona di tahun lalu, seiring dukungan dari permintaan yang lebih kuat di dalam dan luar negeri serta berlanjutnya dukungan pemerintah Beijing bagi perusahaan-perusahaan dalam skala kecil.

Namun demikian laju ekspansi yang lebih cepat, dari penurunan aktifitas setahun sebelumnya, diperkirakan akan melambat di akhir tahun ini karena pemerintah mengalihkan perhatian mereka untuk mengekang risiko keuangan di sektor ekonomi yang rentan terjadi overheat.

Produk domestik bruto Cina di periode kuartal pertama mengalami lonjakan 18.3% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, yang sementara itu menggarisbawahi perkiraan pertumbuhan 19% dari para ekonom dalam jajak pendapat Reuters, angka tersebut menjadi pertumbuhan tercepatnya sejak pencatatan kuartalan di mulai di tahun 1992, dan tercatat naik dari 6.5% di kuartal keempat tahun lalu.

Julian Evans-Pritchard selaku ekonom senior China di Capital Economics, mengatakan bahwa hasil ini menunjukkan bahwa ekonomi sudah berada di atas tren pertumbuhan pra-pandemi serta ditariknya dukungan kebijakan akan menunjukkan bahwa rebound yang terjadi pasca Covid-19 telah semakin datar.

Lebih lanjut Pritchard mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan bahwa laju pertumbuhan di tingkat kuartal akan tetap melaju secara moderat selama sisa tahun ini, seiring booming yang terjadi di sektor konstruksi dan ekspor telah mereda baru-baru ini, sehingga menarik aktifitas ekonomi kembali ke arah tren.

Seiring bantuan dari langkah-langkah ketat untuk meredam penyebaran virus, serta bantuan darurat untuk sektor bisnis, maka ekonomi mampu pulih dari penurunan tajam sebesar 6.8% dalam tiga bulan pertama di tahun 2020 lalu, saat wabah Covid-19 di kota Wuhan berubah menjadi pandemi yang melumpuhkan dan memakan korban jiwa hingga sekitar 3 juta jiwa di seluruh dunia.

Rebound yang terjadi di Cina banyak didukung oleh ekspor seiring sektor pabrik yang berlomba untuk memenuhi pesanan luar negeri serta tingkat konsumsi yang stabil karena para konsumen mulai kembali ke restoran, mal dan dealer mobil.

Sementara itu penjualan ritel meningkat 34.2% di tingkat tahunan pada bulan Maret lalu, mengalahkan perkiraan kenaikan 28.0% dari para analis serta masih lebih kuat dari lonjakan sebesar 33.8% dalam periode dua bulan pertama di tahun ini.

Sedangkan output pabrik dilaporkan tumbuh 14.1% di tingkat tahunan pada bulan Maret lalu, yang mana angka ini melambat dari lonjakan sebesar 35.1% pada periode Januari-Februari dan masih lebih rendah dari perkiraan kenaikan 17.2% dari para ekonom.

Juru bicara Biro Statistik Nasional Liu Aihua mengatakan pada konferensi pers di hari Jumat lalu, bahwa di saat ekonomi dunia memulai tahun 2021 ini dengan pijakan yang kuat, namun sektor jasa dan perusahaan dalam skala kecil masih harus menghadapi tantangan, sementara laju inflasi konsumen kemungkinan akan tetap melaju secara moderat.

Sebuah data di pekan lalu menunjukkan bahwa harga konsumen naik dalam kecepatan moderat di bulan Maret, bahkan saat inflasi dari sisi produsen mencapai level tertingginya dalam hampir tiga tahun terakhir.

Ahli strategi pasar global di J.P. Morgan Asset Management di Shanghai, Chaoping Zhu mengatakan bahwa untuk kedepannya tren normalisasi dapat berlanjut selama sisa tahun ini dan laju konsumsi domestik diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan, dan terkait kebijakan maka bank sentral dan otoritas fiskal akan kembali bersikap netral, meskipun sejumlah langkah selektif kemungkinan akan dilanjutkan guna mendukung usaha kecil dan menengah.

PDB China tumbuh hanya 2,3% tahun lalu, ekspansi terlemah dalam 44 tahun tetapi masih menjadikannya satu-satunya negara ekonomi utama yang mampu menghindari kontraksi karena kekuatan industri lainnya tengah berjuang dengan pandemi.

Data terpisah yang dirilis pada hari ini menunjukkan bahwa harga rumah baru di Cina mencatat kenaikan di laju tercepatnya dalam tujuh bulan di Maret lalu, seiring keuntungan yang menyebar ke lebih banyak kota menyusul permintaan yang tinggi sehingga menentang upaya pemerintah untuk meredam overheat di pasar perumahan Cina.(WD)

Related posts