Powell Diharapkan Untuk Menetapkan Strategi Kebijakan Baru

Menjelang dibukanya simposium tahunan Federal Reserve yang diadakan di Jackson Hole, diharapkan bahwa Jerome Powell selaku Ketua The Fed untuk mulai menetapkan strategi baru bagi kebijakan mereka, guna memenuhi stabilitas harga dan tujuan mencapai lapangan kerja maksimum.

Setidaknya pasar berharap bahwa adanya perombakan yang telah lama diantisipasi di saat terjadinya krisis ekonomi yang dalam dan hanya beberapa bulan sebelum warga AS memberikan suara dalam pemilihan Presiden.

Seiring gelombang pandemi yang menyebabkan puluhan juta warga AS kehilangan pekerjaan serta ditambah musim kampanye pemilihan presiden yang berlangsung secara cepat, The Fed berupaya untuk sepenuhnya mengubah cara pengelolaan kebijakan moneter sebagai bentuk adaptasi dengan kondisi global dimana minat pasar terhadap tarif selalu rendah.

Powell diperkirakan akan membahas hasil tinjauan kerangka kerja Fed, sebuah inisiatif yang dimulai hampir dua tahun lalu melalui dengar pendapat publik dan penelitian untuk mengeksplorasi bagaimana kebijakan moneter harus disesuaikan untuk lingkungan suku bunga rendah.

Beliau kemungkinan akan menjelaskan kasus terkait mengapa inflasi yang lebih tinggi dalam jangka panjang mungkin akan membawa kondisi positif bagi perekonomian, meskipun sejumlah analis memperkirakan bahwa pidato tersebut akan memaparkan rincian secara singkat mengenai bagaimana The Fed berencana untuk memberlakukan pendekatan kebijakan saat ini.

Dalam hal ini argumen Powell kemungkinan berpusat pada penilaian yang dianut oleh sejumlah pejabat The Fed selama ekspansi ekonomi jangka panjang, bahwa ekonomi AS dapat menangani tingkat pengangguran yang sangat rendah sebelum menghadapi permasalahan upah yang lebih tinggi atau inflasi yang melanda.

Federal Reserve secara terus-menerus telah menggarisbawahi target inflasi sejak ditetapkan secara resmi di tahun 2012 silam, dan sejumlah ekonom mengatakan menaikkan suku bunga terlebih dahulu menyusul kekhawatiran mengenai lonjakan inflasi di masa depan yang dapat memotong keuntungan pasar tenaga kerja sebelum para pekerja dapat menuai keuntungan.

David Wilcox selaku mantan kepala divis penelitian The Fed dan saat ini menjabat sebagai rekan senior di Peterson Institute untuk ekonomi internasional yang berbasis di Washington, menilai bahwa melalui tinjauan kerangka kerja maka The Fed berpotensi mengklarifikasi bahwa tidak ada masalah dengan tingkat pengangguran yang lebih rendah selama laju inflasi tetap terkendali.

Dalam catatannya yang dirilis pada hari Rabu kemarin, Wilcox menulis bahwa tujuan utama dari review ini adalah untuk menemukan cara bagi Federal Reserve untuk memulihkan sebagian dari kemampuan melawan resesi yang telah hilang selama beberapa dekade terakhir karena penurunan tingkat suku bunga normal di seluruh dunia.

Selain itu semua The Fed dapat menggunakan tinjauan tersebut sebagai kesempatan untuk secara resmi mengakui bahwa apa yang dikatakan oleh Powell dan pembuat kebijakan lainnya dalam beberapa kali kesempatan, bahwa pasar tenaga kerja yang panas dapat membantu mengurangi ketidaksetaraan karena ini tidak secara proporsional telah menguntungkan pekerja kulit hitam, hispanik dan pekerja lainnya yang selama ini ditinggalkan.(WD)

Related posts