Header Ads

Ramsden : BoE Akan Meningkatkan QE Jika Ekonomi Melambat

Dalam sebuah wawancara kepada surat kabar The Times, Deputi Gubernur Bank of England Dave Ramsden mengatakan bahwa pihak bank sentral Inggris akan meningkatkan laju pelonggaran kuantitatif (QE) apabila muncul tanda-tanda bahwa ekonomi Inggris mengalami perlambatan dan akan terus berjuang untuk memacu laju perekonomiannya.

Lebih lanjut Ramsden menambahkan komentar sebelumnya bahwa Bank of England memiliki lebih banyak ruang untuk bertindak, bahwa kebijakan QE akan berakselerasi jika pihaknya melihat tanda-tanda terjadinya disfungsi pasar.

Beliau berkeyakinan bahwa pihaknya masih memiliki ruang untuk kebijakan yang signifikan guna menjalankan lebih banyak QE jika laju pemulihan berjalan lebih lemah, sekaligus menyebutkan bahwa bank sentral siap berkomitmen untuk menambah jumlah pelonggaran kuantitatif hingga melampaui 745 milliar Poundsterling atau setara dengan $975.58 milliar.

Selain itu Ramsden juga menyampaikan bahwa dirinya yakin tidak akan ada lagi pertumbuhan kuartalan di kisaran negatif bagi ekonomi Inggris, dan pihaknya akan melihat apa yang akan terjadi di pasar tenaga kerja, yang mana bangkrutnya sejumlah perusahaan yang menyebabkan sejumlah sektor kehilangan pekerjaan sebagai hasil kunci untuk menjalankan kebijakan QE.

Pada pekan lalu pihak Bank of England menyampaikan bahwa pihaknya tidak melihat adanya kasus untuk segera menurunkan tingkat suku bunga dibawah nol persen, sebagai peringatan bagi ekonomi yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih akibat hantaman pandemi Covid-19, dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Pada kesempatan pengumuman kebijakan suku bunga di pekan lalu, bank sentral Inggris mempertahankan suku bunga di 0.1% yang dipangkas pada bulan Maret sebelumnya, serta memperluas rencana pembelian obligasi menjadi hampir $1 triliun, seraya menyampaikan bahwa tingkat pengangguran kemungkinan akan meningkat hingga hampir dua kali lipat di akhir tahun ini.

Hal ini menyajikan gambaran bahwa sembilan pejabat pembuat kebijakan dari Bank of England bersepakat untuk tidak merubah kebijakan moneter mereka, seiring laju pemulihan ekonomi Inggris yang berjalan lambat.(WD)

Related posts