Header Ads

RBA Akan Mempertahankan Kebijakan Akomodatif

Diperkirakan bahwa Reserve Bank of Australia akan tetap mempertahankan pengaturan kebijakan yang tetap akomodatif meskipun laju pertumbuhan mengalami lonjakan dan tingkat pengangguran mencatat penurunan, seiring tantangan yang lebih besar harus dihadapi sebagai upaya mendorong tingkat upah dan inflasi dari rekor rendahnya.

Pada hari Selasa besok Philip Lowe sebagai Gubernur RBA ditetapkan untuk mempertahankan suku bunga serta target imbal hasil obligasi 3-year untuk tetap tidak berubah di 0.10%, sembari mempertahankan kecepatan pertumbuhan saat ini dari program pembelian obligasi jangka panjang di bawah pelonggaran kebijakan kuantitatif, serta diharapkan akan menunda keputusan penting mengenai apakah akan memperpanjang jatuh tempo target imbal hasil hingga November 2024, yang dimulai dari April 2024 mendatang.

Selain itu Bank Sentral Australia juga akan merilis pembaruan perkiraan triwulanan di hari Jumat mendatang, yang kemungkinan akan menunjukkan prospek pertumbuhan yang lebih tinggi serta perkiraan pengangguran yang lebih rendah, namun Ben Jarman dari JPMorgan Chase & Co menilai bahwa tingkat upah sepertinya tidak mungkin mencapai target pertumbuhan dari Lowe di atas 3% pada tahun 2024.

Ekonomi Australia berhasil mengalami pemulihan dengan cepat dari tekanan krisis Covid-19, seiring dukungan dari meningkatnya kepercayaan serta ditambah stimulus fiskal dan moneter yang mencetak rekornya, yang mana hal ini terlihat dari tingkat pengangguran yang turun menjadi 5.6% di bulan Maret lalu, mencatat penurunan lebih cepat dari perkiraan RBA pada tiga bulan sebelumnya, akan tetapi harga konsumen di kuartal pertama, justru mencatat hal sebaliknya dengan menunjukkan penurunan inflasi inti tahunan menjadi 1.1%, yang merupakan laju terlemahnya dalam sejarah pencatatan.

Lebih lanjut Jarman yang juga merupakan ekonomi senior JPMorgan di Sidney, mengatakan bahwa ideanya saat ini RBA berkeinginan untuk mampu mengejutkan dari sisi ekspektasi serta perilaku penetapan harga dari “di luar sistem” untuk memulai ekonomi ke dalam ekspektasi upah dan harga yang lebih tinggi, namun sikap RBA sepertinya masih tetap dovish dan upaya menjalankan pasar tenaga kerja dalam kondisi overheat merupakan sebuah pendekatan konvensional guna mencapai peralihan kebijakan.

Untuk itu Gubernur Lowe telah membuat dua penyesuaian terhadap kerangka kebijakan yang akan memperkuat ekspektasi stimulus yang akan tetap ada untuk beberapa waktu, yang pertama adalah membawa upah ke depan kebijakan serta menyarankan pengangguran untuk turun di bawah 5% guna memicu pertumbuhan upah yang lebih cepat, serta menyatakan bahwa suku bunga tidak akan naik hingga inflasi dapat di pertahankan target RBA di 2%-3%, dan bukan sekedar perkiraan semata.

Saat ini RBA tengah berada di tahap kedua dari QE senilai A$ 100 milliar ($ 78 milliar) dan diperkirakan akan beralih ke tahap ketiga, seiring langkah untuk membatasi apresiasi nilai tukar, dan selain itu RBA kemungkinan akan mencoba mengadopsi setiap langkah dari The Fed untuk mengindari apresiasi mata uang yang tidak dikehendaki.

Akan tetapi masih ada potensi permasalahan yang muncul dalam program target imbal hasil tenor tiga tahun dari bank sentral, yang mana ada kesenjangan yang besar antara imbal hasil terhadap sekuritas dan yang jatuh tempo di tanggal yang sedikit lebih lambat, serta kesenjangan yang melebar pada suku bunga derivatif yang terkait dengan hasil tiga tahun yang mengalir ke biaya pinjaman untuk perusahaan dan konsumen.

Lonjakan harga komoditas bijih besi, yang pada pekan lalu telah mendekati harga tertingginya sepanjang masa, menjadi salah satu pendukung ekonomi Australia, dimana para penambah telah berjuang untuk memenuhi permintaan dari pabrik baja di Cina yang tengah mengalami percepatan pertumbuhan ekonominya, sehingga kekuatan harga komoditas bijih besi ditetapkan untuk memberikan dorongan nyata terhadap posisi keuangan pemerintah pada laporan anggaran 11 Mei mendatang.

Bendahara Pemerintah Australia, Josh Frydenberg pada pekan lalu telah meletakan beban fiskalnya di belakang tujuan dari Philip Lowe, dimana dalam pidatonya beliau mengatakan bahwa tingkat pengangguran harus turun di bawah 5% untuk menghasilkan pertumbuhan upah yang lebih cepat serta inflasi yang lebih tinggi, untuk itu beliau mengisyaratkan kesediaannya untuk menjaga kucuran fiskal tetap terbuka meskipun pemulihan ekonomi telah melebihi ekspektasi.(WD)

Related posts