Header Ads

RBA Melanjutkan Perjanjian Currency Swap Dengan Cina

Saat terjadi kebuntuan pembicaraan antara Australia dan Cina di tengah ketegangan perdagangan antara kedua negara yang mengalami peningkatan, Reserve Bank of Australia justru memperpanjang perjanjian pertukaran mata uang (currency swap) dengan pihak Cina yang telah dimulai sejak awal tahun ini.

Bank Sentral Australia telah memperpanjang kesepakatan tersebut dengan People’s Bank of China di bulan Juli lalu, dimana kesepakatan sebelumnya telah berakhir di bulan April, meskipun penyebutan secara resmi untuk pertama kalinya disebutkan dalam laporan tahunan RBA yang dirilis pada pekan lalu.

Perjanjian dalam rentang waktu lima tahun tersebut telah memungkinkan pertukaran mata uang lokal antara bank sentral kedua negara, hingga senilai A$ 41 milliar ($ 30.60 milliar) atau setara dengan 200 milliar Yuan, yang mana pihak PBOC mencantumkan perjanjian tersebut dalam sebuah dokumen yang diposting di situs resminya pada bulan September lalu.

Pihak RBA juga memiliki kesepakatan serupa dengan Jepang dan Korea Selatan, yang memungkinkan bank sentral tersebut untuk memberikan dukungan penyelsaian perdagangan dalam mata uang lokal di saat terjadi tekanan terhadap pasar maupun di tengah ketidakstabilan kondisi keuangan.

Diketahui bahwa pembicaraan perdagangan antara pihak Beijing dan Canberra telah terhenti selama berbulan-bulan lamnya, akibat dari perselisihan perdagangan yang sengit antara kedua negara, yang membuat Cina memberlakukan tarif terhadap Australia serta melarang sejumlah jenis impor batu bara.(WD)

Related posts