RBA Mempertahankan Suku Bunga Di Rekor Terendahnya

Sesuai dengan perkiraan sebelumnya Reserve Bank of Australia mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di titik terendah sepanjang masa, dan mengatakan bahwa mereka akan tetap mempertahankan pendekatan akomodatif selama diperlukan.

Dalam rapat kebijakannya tadi pagi Bank Sentral Australia tetap mempertahankan suku bunga di kisaran 0.25%, serta menyerukan nada yang sangat optimis mengenai dibukanya kembali aktifitas ekonomi negara tersebut dalam waktu yang lebih cepat dari perkiraan, seiring pihak berwenang negara itu berhasil mengendalikan penyebaran virus corona. Dalam sebuah pernyataan singkat setelah pertemuan kebijakan bank sentral,

Gubernur RBA Philip Lowe mencatat bahwa ekonomi Australia sebesar $2 triliun ($1.4 triliun) saat ini tengah berada dalam kontraksi terbesarnya sejak tahun 1930-an.

Lebih lanjut Lowe menyampaikan bahwa meski demikian kondisi saat ini telah stabil dan laju penurunannya tidak separah yang diperkirakan sebelumnya, sementara total jam kerja di Australia terus mengalami penurunan di bulan Mei, yang mana penurunan ini jauh lebih kecil dibandingkan bulan April sebelumnya dan kurang dari perkiraan.

Selain itu beliau mengatakan bahwa terjadi peningkatan dalam belanja ritel, yang merupakan sebuah tanggapan dari konsumen terhadap penurunan jumlah infeksi akibat virus serta diterapkannya kebijakan pelonggaran pembatasan di sebagian besar wilayah di negeri kangguru tersebut.

Optimisme yang disuarakan oleh Lowe ini muncul setelah terjadi penurunan yang signifikan dalam data baru yang memuat jumlah warga yang terinfeksi virus di Australia, pelonggaran pembatasan yang lebih awal dari perkiraan, peningkatan belanja ritel yang solid serta peningkatan lowongan pekerjaan dalam jumlah yang besar.

Akan tetapi lonjakan dalam kasus virus corona baru-baru ini di Melbourne serta ditutupnya perbatasan antar negara bagian New South Wales dengan Victoria, telah mendatangkan keraguan terhadap upaya pemulihan ekonomi Australia.

Namun dalam pernyataannya pihak RBA tidak menyebutkan mengenai lonjakan kasus virus yang terjadi baru-baru ini, dan hanya mengulangi penilaian mereka bahwa sifat dan kecepatan laju pemulihan ekonomi tetap mengandung ketidakpastian, sehingga akan dibutuhkan dukungan fiskal dan moneter dalam beberapa waktu kedepan.

Pada akhirnya dewan kebijakan RBA mengatakan bahwa pendekatan akomodatif saat ini akan tetap dipertahankan selama diperlukan, dan pihaknya tidak akan meningkatkan target suku bunga hingga mampu membuat kemajuan dalam memenuhi target lapangan kerja dan inflasi.(WD)

Related posts