Header Ads

RBA : Pemulihan Ekonomi Melampaui Ekspektasi

Risalah pertemuan kebijakan Reserve Bank of Australia menunjukkan bahwa laju pemulihan ekonomi Australia telah mampu melampaui semua ekspektasi, dengan kemungkinan ekspansi di atas tren tahun ini dan tahun depan, walaupun pihak bank sentral tidak akan terburu-buru dalam memperketat pengaturan kebijakannya.

Reserve Bank of Australia (RBA) masih mempertahankan suku bunga pada rekor terendah 0.1% pada pertemuan 6 April sembari menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjaga kebijakan akomodatif selama diperlukan guna menekan tingkat pengangguran dan sekaligus mendorong laju inflasi lebih tinggi.

Sepanjang tahun lalu Reserve Bank of Australia telah melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali, sekaligus mengumumkan program yield curve control untuk mempertahankan imbal hasil obligasi pemerintah tenor tiga tahun di kisaran 10 basis poin serta meluncurkan program pelonggaran kuantitatif secara besar-besaran yang menargetkan obligasi jangka panjang.

Dalam risalah pertemuan kebijakan disebutkan bahwa RBA akan mempertahankan sikap kebijakan yang mendukung hal ini sampai inflasi aktual secara berkelanjutan berada dalam kisaran target antara 2% hingga 3%, yang tidak diharapkan dapat tercapai sebelum 2024 mendatang.

Notulen tersebut juga menyebutkan bahwa secara keseluruhan data awal menunjukkan bahwa tingkat PDB di kuartal Maret kemungkinan telah pulih lebih jauh ke kisaran level pra-pandemi, yang lebih awal dari perkiraan sebelumnya, dan perekonomian Australia senilai A$ 2 triliun, diharapkan mampu berkembang dalam laju yang lebih cepat dari tren di tahun ini dan tahun depan.

Terlepas dari perkembangan yang umumnya positif ini, maka tekanan upah dan harga tetap stabil serta diperkirakan akan tetap selama beberapa tahun kedepan, yang mana perekonomian telah beroperasi dengan kapasitas cadangan yang cukup besar dan tingkat pengangguran yang dinilai masih terlalu tinggi.

Data yang dirilis pada pekan lalu menunjukkan penciptaan lapangan kerja Australia yang jauh melampaui perkiraan di bulan Maret, menyusul tingkat pengangguran yang turun ke level terendahnya dalam setahun terakhir serta jumlah orang yang bekerja yang melampaui puncaknya sebelum pandemi.

Baru-baru ini pihak RBA mengatakan bahwa tingkat pengangguran harus berada di kisaran “low 4s” atau “high 3s” guna menghasilkan tekanan upah serta harga dari kisaran 5.6% pada saat ini.

Pengaturan kebijakan yang sangat mudah, selain meningkatkan aktifitas ekonomi secara keseluruhan, telah menimbulkan “heat” di pasar perumahan Australia, dimana harga mengalami lonjakan di laju tercepat dalam tiga dekade di bulan Maret lalu.

Untuk itu para anggota dewan kebijakan RBA tengah membahas kenaikan harga rumah dan diberi pengarahan mengenai penilaian rutin dalam periode enam bulan dari RBA mengenai risiko stabilitas keuangan yang dipublikasikan pada 9 April lalu.(WD)

Related posts