Header Ads

RBNZ Telah Mengungkap Kebijakannya Kepada Jasa Keuangan

Pihak Bank Sentral Selandia Baru pada hari ini telah mengakui bahwa mereka secara tidak sengaja telah mengungkapkan informasi mengenai pengumuman kebijakan moneternya di pekan lalu kepada sekelompok perusahaan jasa keuangan, sebelum risalah tersebut dipublikasikan secara resmi.

Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) memperkenalkan program pendanaan-untuk-pinjaman (FLP) baru pada 11 November yang akan mengurangi biaya bagi pemberi pinjaman, sambil menahan suku bunga acuan pada rekor terendah.

Dalam pernyataannya dalam sebuah surat yang dikirimkan ke lembaga keuangan non perbankan, bank sentral Selandia Baru mengungkapkan keputusan mereka untuk memperkenalkan program FLP hanya berselang 45 menit sebelum diumumkan secara resmi kepada publik.

Namun demikian disebutkan bahwa dalam surat yang disampaikan tersebut, tidak diungkapkan secara mendetail dan spesifik mengenai program pendanaan untuk sektor pinjaman tersebut.

Pihak RBNZ mengatakan bahwa informasi terbatas yang terkandung dalam surat tersebut, tidak mungkin memberikan keuntungan pasar kepada pihak mana pun, namun bank sentral tetap menanggapi hal ini secara serius.

Program baru bank dan komitmennya untuk mempertahankan suku bunga stabil hingga Maret telah memberikan dukungan kepada Dollar Selandia Baru hingga menyentuh level tertingginya sejak Maret 2019 pada sesi perdagangan di hari itu.

Selain itu pihak Reserve Bank of New Zealand juga mengatakan bahwa mereka telah melibatkan Deloitte untuk melakukan peninjauan terhadap proses internal secara independen dan mereka akan mengomentari lebih lanjut mengenai apapun hasil dari peninjauan tersebut.(WD)

Related posts