Regulator : Bank Cina Harus Waspadai Kenaikan Aset

Menyusul pembatalan sejumlah langkah bantuan yang diterapkan selama pandemi untuk memberikan bantuan kepada pihak perusahaan dalam menahan dampak Covid-19, pihak regulator perbankan dan asuransi terkemuka Cina mengatakan bahwa pihak bank harus waspada terhadap kenaikan aset bermasalah.

Pada tahun lalu People’s Bank of China telah mendorong lembaga keuangan untuk menurunkan suku bunga bagi perusahaan yang terkena dampak pandemi virus dan berniat untuk memperpanjang tenggat waktu pembayaran, selain langkah-langkah bantuan lainnya, guna memberi ruang bagi para peminjam selama krisis virus corona masih berlangsung.

Di kesempatan berbicara dalam forum keuangan yang dilangsungkan di Shanghai melalui pesan video, Guo Shuqing mengatakan bahwa tingkat default ke sejumlah perusahaan besar dan menengah telah mengalami peningkatan, dan selain itu risiko kredit di lembaga perbankan juga telah mengalami peningkatan serta menyampaikan bahwa tren yang berkembang saat ini dari kondisi bubbling real estate lokal yang tetap mengkhawatirkan.

Institute of International Finance menyampaikan bahwa terjadinya kegagalan bayar terhadap obligasi korporasi telah mengalami peningkatan tajam di Cina dalam beberapa tahun terakhir, hingga mencapai nilai sebesar $ 14 milliar di tahun 2020 lalu.

Sementara itu sebuah data dari People’s Bank of China merilis data yang menunjukkan bahwa bank-bank di Cina telah memperpanjang rekor pinjaman baru hingga senilai $ 3 triliun yang tercatat di tahun 2020 lalu.

Beliau juga menyampaikan bahwa para investor juga harus mewaspadai potensi kerugian investasi terhadap produk derivatif keuangan, komoditas berjangka serta skema ponzi yang mengalami peningkatan, yang mana pihak regulator akan bersikap tegas untuk membersihkan kegiatan penerbitan keamanan ilegal serta menangkis praktek penjemputan dalam kegiatan shadow banking.

Guo yang saat ini menjabat sebagai ketua Partai Komunis di bank sentral, mengomentari pasar global dengan mengatakan bahwa kebijakan moneter di sejumlah negara maju untuk saat ini berada dalam kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Lebih lanjut Guo juga menyampaikan bahwa langkah-langkah ini telah menciptakan kestabilan pasar dalam jangka pendek, namun mengharuskan semua negara di dunia untuk berbagi tanggung jawab terhadap dampak negatifnya.

Selain itu beliau juga menambahkan bahwa kenaikan inflasi global telah tiba dan kemungkinan besar akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan oleh pakar di AS dan Eropa.(WD)

Related posts