Header Ads

Retail Sales Inggris Mencatat Kenaikan

Seiring para konsumen yang tengah bersiap menghadapi pencabutan sebagian dari kebijakan pembatasan lockdown virus corona, laju penjualan ritel di Inggris mencatat lonjakan di bulan lalu, yang mana ini juga menunjukkan rekor pinjaman pemerintah.

Office for National Statistics merilis data volume penjualan yang mengalami lonjakan hingga 5.4% di bulan Maret dari bulan sebelumnya, menyusul toko-toko pakaian yang diuntungkan secara khusus, sementara ekonom memperkirakan kenaikan 1.5% di tingkat bulanan dalam survei Reuters.

Lembaga ONS juga mengatakan bahwa data tersebut mencerminkan efek dari pelonggaran pembatasan virus corona terhadap laju pengeluaran konsumen.

Salah seorang ekonom di Capital Economics, Paul Dales mengatakan bahwa kenaikan yang kuat di bulan Maret dalam penjualan ritel telah menunjukkan bahwa ekonomi telah membuat sedikit kemajuan, bahkan sebelum pihak pengecer non-esensial dibuka kembali di bulan April.

Sebuah data terpisah menunjukkan bahwa pemerintah Inggris telah mencapai rekor pinjaman hingga senilai 303.1 milliar Poundsterling ($ 420.1 milliar) di tahun fiskal yang berakhir di bulan lalu, atau mencatat lonjakan sebesar 246 milliar Poundsterling di tahun sebelumnya.

Dan data ini menjadi bagian ekonomi Inggris terbesar di masa penerapan lockdown, yang mana laju pinjaman mencapai 14.5% dari hasil ekonomi, sebagai rasio tertinggi sejak 1946 pasca Perang Dunia kedua saat mencapai 15.2%.

Angka-angka yang dirilis tersebut mencerminkan lonjakan pengeluaran publik dan pemotongan pajak untuk mengimbangi pukulan ekonomi dari pandemi Covid-19.

Menurut International Monetary Fund disebutkan bahwa laju ekonomi Inggris merosot hampir 10% di tahun lalu, yang merupakan kejatuhan terbesarnya dalam lebih dari tiga abad, namun diperkirakan akan tumbuh lebih dari 5% di tahun 2021 dan 2022.

Sementara itu Bank of England tengah menunggu untuk melihat sejauh mana sektor rumah tangga menghabiskan tabungan lockdownnyaa, karena penilaian seberapa lama para pembuat kebijakan BoE mampu untuk mempertahankan rencana stimulus besarnya.

Selain sebuah hasil survei yang diawasi secara ketat menunjukkan bahwa sentimen konsumen Inggris mencatat kenaikan di bulan ini hingga ke level tertingginya sejak awal pandemi, namun kenaikan ini masih lebih kecil dibandingkan perkiraan para ekonom.

ONS juga menyebutkan bahwa penjualan ritel naik hingga 7.2% di tingkat tahunan dari bulan yang sama di tahun 2020 lalu, saat pandemi menyebar di sebagian besar negara barat, serta mengatakan bahwa pangsa belanja yang dilakukan secara online merosot dari rekor tertinggi yang dicapai pada Februari di 34.7% pada bulan Maret, menyusul banyak pihak pengecer yang telah memperluas operasi online mereka dengan cepat sebagai respon terhadap tiga kebijakan lockdown selama satu tahun terakhir.(WD)

Related posts