Header Ads

Reuter’s Poll : Ekspor Cina Kemungkinan Mencatat Keuntungannya

Sejumlah ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan bahwa ekspor Cina kemungkinan akan kembali mencatatkan keuntungannya dalam empat bulan berturut-turut di bulan September, seiring lebih banyaknya negara mitra dagang yang membuka kembali aktifitas ekonominya, sementara itu laju impor juga diperkirakan akan kembali tumbuh.

Disebutkan bahwa laju ekspor belum terlalu terpengaruh oleh perlambatan secara global seperti yang dikhawatirkan oleh sejumlah analis sebelumnya, namun sebagian dikarenakan catatan pengiriman pasokan medis serta permintaan yang kuat untuk produk elektronik dinilai mampu menambah harapan untuk pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurut estimasi median dalam jajak pendapat Reuters terhadap 24 ekonom, disebutkan bahwa laju ekspor selama periode bulan September diperkirakan akan naik 10% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, sementara untuk impor kemungkinan akan naik 0.3% di tingkat tahunan, mencatat hasil yang lebih baik setelah mengalami penurunan back-to-back di bulan Juli dan Agustus.

Ekspor yang lebih kuat dapat menandakan pemulihan yang lebih cepat dan lebih seimbang untuk ekonomi China, yang pulih dari rekor penurunan kuartal pertama berkat langkah-langkah stimulus domestik.

Sementara itu sebuah survei manufaktur menunjukkan total pesanan baru pada bulan September yang mencatat kenaikan terkuat sejak Januari 2011 silam, dan ukuran pesanan ekspor baru mencatat kenaikan di laju tercepatnya dalam lebih dari tiga tahun terakhir.

Salah seorang analis dari Goldman Sachs dalam sebuah penelitiannya mencatat bahwa pihaknya memperkirakan laju pertumbuhan ekspor dan impor akan semakin cepat di bulan September, seiring laju pertumbuhan global yang terus pulih dan aktifitas perumahan global yang kuat dalam beberapa bulan terakhir sehingga mendukung ekspor furnitur dan peralatan dari Cina, sedangkan pertumbuhan impor kemungkinan akan membaik di bulan September seiring dukungan dari ekspansi kegiatan domestik yang solid.

Akan tetapi permintaan eksternal dapat terganggu jika langkah-langkah pengendalian virus diberlakukan kembali oleh mitra dagang karena kebangkitan kembali jumlah kasus infeksi virus corona.

Saat ini Cina terus berupaya untuk mengurangi ketergantungannya terhadap pasar luar negeri untuk pembangunan karena ketegangan hubungan dengan AS serta pandemi yang telah meningkatkan risiko eksternal yang dapat menghambat kemajuan jangka panjang.

Ketegangan hubungan antara AS dan Cina saat ini telah meningkat, dan diperkirakan akan semakin meningkat menjelang pemilihan presiden AS di bulan depan.

Pada awal bulan ini Sekretaris Departemen Pertanian AS, Sonny Perdue telah memperingatkan Cina terhadap potensi gagalnya komitmen pembelian produk pertanian tahunan yang dibuat dalam kesepakatan perdagangan Fase pertama dengan AS.(WD)

Related posts