Header Ads

Reuter’s Poll : Ekspor Jepang Mengalami Lonjakan

Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan pada hari Jumat ini, yang menunjukkan bahwa ekspor Jepang kemungkinan besar akan mengalami lonjakan dalam enam bulan berturut-turut di bulan Agustus, yang didukung oleh permintaan global yang kuat terhadap produk barang-barang mesin dari kemerosotan sebelumnya akibat pandemi di tahun lalu.

Seiring laju inflasi komoditas global dan lemahnya nilai tukar Yen, harga grosir Jepang diperkirakan akan tetap berada di level tertingginya lebih dari 10 tahun terakhir di bulan Agustus, sementara itu pesanan mesin perusahaan kemungkinan mencatat kenaikan pada periode Juli.

Hasil survei menunjukkan bahwa ekspor kemungkinan akan melonjak sebesar 34.0% di bulan Agustus dari periode yang sama di tahun sebelumnya, dan menjadi bulan keenam dengan mencatat kenaikan sebesar dua digit, meskipun perkiraan ini terlihat melambat dari kenaikan 37.0% yang tercatat di bulan Juli sebelumnya.

Meskipun terjadi penghentian aktifitas pabrik, terhambatnya pasokan akibat penyebaran Covid-19 varian Delta di Asia Tenggara serta kurangnya pasokan chip global yang menekan industri mobil Jepang, namun laju pertumbuhan ekspor diperkirakan tetap kuat.

Kepala ekonom di Norinchukin Research Institute, Takeshi Minami mengatakan ada kekhawatiran yang meningkat mengenai apakah laju pemulihan ekonomi yang stabil dapat bertahan, menyusul laju pemulihan ekonomi Cina yang terhenti baru-baru ini serta penyebaran varian Delta yang memiliki efek menekan di sejumlah negara maju.

Sementara itu untuk laju impor kemungkinan akan mencatat kenaikan 40.0% di tingkat tahunan pada bulan Agustus, yang akan menghasilkan defisit perdagangan sebesar 47.7 milliar Yen ($ 434.74 juta), setelah dalam dua bulan sebelumnya mengalami surplus secara berturut-turut.

Sebuah data terpisah yang dirilis oleh Bank of Japan diperkirakan akan menunjukkan harga grosir Jepang yang naik 5.6% dalam skala tahunan di bulan Agustus, sehingga mampu menyamai level tertingginya dalam 13 bulan terakhir.

Untuk data corporate goods price index (CGPI), yang melacak harga yang dibebankan perusahaan satu sama lain untuk produk barang mereka, kemungkinan akan mencatat kenaikan 0.2% di tingkat bulanan pada bulan lalu.

Kantor kabinet akan merilis sebuah data yang kemungkinan akan menunjukkan core machinery orders, yang merupakan serangkaian data yang sangat fluktuatif sebagai indikator utama belanja modal dalam enam hingga sembilan bulan mendatang, akan naik 3.1% bulan ke bulan di Juli.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, laju pesanan inti yang tidak termasuk produk kapal dan utilitas listrik, kemungkinan akan tumbuh 15.7% di bulan Juli, yang sebagian dikarenakan penurunan dua digit di bulan yang sama pada tahun lalu.

Dilaporkan bahwa meskipun kebangkitan pandemi Covid-19 telah merusak konsumsi sektor jasa sekaligus mengaburkan prospek, namun ekonomi Jepang tumbuh lebih cepat dibandingkan perkiraan sebelumnya pada periode kuartal April-Juni.(WD)

Related posts