Header Ads

Reuter’s Poll : Eurozone Menuju Fase Resesi

Sebuah jajak pendapat dari Reuter kepada sejumlah ekonom menujukkan bahwa Eurozone saat ini berada di jalur menuju resesi double-dip untuk yang pertama kalinya dalam hampir satu dekade terakhir, sekaligus menunjukkan bahwa laju pemulihan akan berjalan lamban di tahun depan meskipun diperkirakan stimuluh moneter akan ditambah hingga 500 milliar Euro.

Perkiraan ini didasari oleh sebagian kawasan Eropa yang masih bergulat dengan kebangkitan kasus virus corona, yang mana sebelumnya diperkirakan bahwa laju pemulihan akan berlanjut namun untuk saat ini ekonomi Eurozone diperkirakan menyusut hingga 2.5% di periode kuartal ini, setelah mencatat rekor pertumbuhan 12.6% di kuartal ketiga.

Perkiraan tersebut mencatat perubahan haluan yang dramatis dari ekspektasi pertumbuhan kuartalan 3.1% baru-baru ini di Juli, dan dibandingkan dengan 2.1% yang diprediksi dalam jajak pendapat bulan lalu.

Kepala ekonomi Eropa di Oxford Economics, Angel Talavera mengatakan bahwa seiring risiko penurunan yang terus terjadi serta kondisi kesehatan yang terus memburuk, maka untuk saat ini terlihat jelas bahwa pemulihan ekonomi di kawasan Euro yang terjadi sejak bulan Mei lalu telah berakhir.

Talavera juga mengatakan bahwa ekonomi Eurozone akan mengalami resesi double-dip di kuartal terakhir tahun ini, sehingga ini menjadi penurunan yang relatif moderat jika dibandingkan dengan penurunan yang terlihat di paruh pertama tahun ini, akan tetapi ketidakpastian di seputar perkiraan masih tetap tinggi.

Sebagian besar ekonom mengatakan bahwa menyusutnya data produk domestik bruto di kuartal saat ini menunjukkan adanya penurunan ganda setelah mengalami resesi di paruh pertama tahun ini, akan tetapi beberapa ekonom tetap berpegang pada definisi teknis dari kontraksi dalam dua kuartal secara berturut-turut.

Perekonomian diperkirakan tumbuh 0.8% pada kuartal pertama tahun depan, sedikit lebih rendah dari perkiraan 1.0% bulan lalu, yang diperkirakan akan menyusut 7.4% di tahun ini, kurang dari minus 8.0% yang sebelumnya diperkirakan dalam jajak pendapat di bulan Oktober, dan sejauh ini masih tercatat sebagai yang terburuk.

Dalam jajak pendapat disebutkanbahwa laju pertumbuhan di tahun 2021 mendatang ada di kisaran 5.0%, yang merupakan ekspektasi median terlemahnya sejak jajak pendapat diambil pada bulan Mei lalu.

Berita tentang uji coba vaksin yang berhasil telah mengirim pasar saham kembali ke rekor tertinggi, sehingga para ekonom terbagi dua ketika ditanya apakah perkiraan terbaru mereka didasarkan pada kemajuan baru-baru ini, dan ini menunjukkan sejumlah potensi kenaikan untuk laju pemulihan di tahun depan, jika memang vaksin Covid-19 siap untuk didistribusikan secara massal.

Sementara itu perekonomian Eurozone tengah menghadapi lebih banyak kesulitan, menyusul Polandia dan Hongaria yang memblokir anggaran Uni Eropa 2021-2027 dan dana pemulihan bersejarah 750 miliar Euro yang akan diluncurkan tahun depan, terkait klausul yang membuat akses ke dana memiliki syarat untuk menghormati aturan hukum yang berlaku.

Jajak pendapat Reuters terbaru memperkirakan Dewan Pemerintahan ECB untuk menambah pembelian obligasi terkait pandemi sebesar 500 miliar euro pada pertemuan 10 Desember, memperpanjang program enam bulan hingga Desember 2021.

Sebanyak 37 responden dari 48 ekonom mengatakan bahwa ECB akan mengubah persyaratan pinjaman jangka panjang yang ditargetkan ke lembaga keuangan, dan mereka mengutip perubahan yang mungkin terjadi seperti memperpanjang jangka waktu di mana kondisi yang menguntungkan diterapkan, menurunkan tarif yang dibebankan secara lebih lanjut serta memberikan tahap tambahan.

Selain itu mayoritas responden mengatakan bahwa ECB tidak akan meningkatkan pembelian aset regulernya pada bulan Desember, sementara hampir 85% responden, atau 32 dari 38, yang menjawab pertanyaan terpisah mengatakan bahwa ECB tidak akan menggunakan instrumen baru apa pun. untuk menyesuaikan kebijakan.

Untuk perkiraan inflasi, yang hampir mendekati target ECB namun masih sedikit dibawah 2%, diharapkan menjadi minus 0.3% di kuartal ini, dan naik menjadi 0.1% di kuartal berikutnya, dan hanya segelintir ekonom yang memperkirakan bahwa inflasi akan menyentuh target ECB sebelum akhir 2022 mendatang.(WD)

Related posts