Header Ads

Reuter’s Poll : Output Pabrik Jepang Meningkat

Jajak pendapat terhadap ekonom yang dilakukan oleh Reuters menunjukkan bahwa tingkat produksi pabrik Jepang akan meningkat dalam dua bulan berturut-turut, menyusul ekspor yang lebih cepat serta permintaan yang kuat terhadap produk barang elektronik, yang mencerminkan rebound pertumbuhan ekonomi luar negeri dari krisis pandemi Covid-19.

Selain itu disebutkan bahwa pengeluaran rumah tangga akan menunjukkan peningkatan di bulan April dari level yang tercatat pada periode yang sama di tahun sebelumnya, meskipun prospeknya akan terhambat oleh kemungkinan perpanjangan keadaan pembatasan darurat untuk meredam pandemi saat ini.

Untuk produksi industri diperkirakan akan naik sebesar 4.1% di bulan April dari bulan Maret sebelumnya, menyusul pihak produsen yang diuntungkan oleh meningkatnya permintaan terhadap produk mesin dan barang elektronik.

Salah seorang analis di Dai-ichi Life Research Institute, mengatakan bahwa kurangnya pasokan produk chip kemungkinan akan membebani produksi mobil, namun laju ekspor menguat berkat laju pemulihan pertumbuhan ekonomi luar negeri, yang kemungkinan besar akan mendorong laju produksi mesin.

Hasil survey tersebut juga menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga kemungkinan akan naik 9.3% di bulan April dari periode yang sama di tahun sebelumnya, walaupun sebagian besar kenaikan tersebut disebabkan oleh efek dasar dari kemerosotan di tahun lalu yang diakibatkan pandemi yang berkelanjutan, namun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya laju pengeluaran rumah tangga diperkirakan turun 2.2% di bulan April.

Sementara itu analis di Shinkin Central Bank mengatakan bahwa tingkat konsumsi kemungkinan akan mengalami perlambatan dari bulan sebelumnya menyusul deklarasi keadaan darurat ketiga, yang tentunya memberikan tekanan terhadap aktifitas ekonomi, terutama terhadap belanja sektor jasa.

Laju pertumbuhan ekonomi Jepang mengalami penyusutan di kuartal pertama dan banyak analis yang memperkirakan rebound di periode kuartal saat ini akan berjalan secara moderat, menyusul kondisi pembatasan darurat yang baru telah merugikan laju konsumsi.(WD)

Related posts