Header Ads

Sakurai : BoJ Harus Bertindak Cepat

Salah seorang anggota dewan kebijakan Bank of Japan, Makoto Sakurai memperingatkan bahwa pihak bank sentral harus segera bertindak lebih cepat jika dampak dari pandemi Covid-19 yang berlarut-larut dapat mendatangkan kerugian bagi ekonomi dan sistem keuangan Jepang.

Dalam kesempatan berbicara via online dengan para pemimpin bisnis di kota Fukui Jepang Barat, Sakurai menyampaikan indikasi bahwa kemungkinan meredanya pandemi ini akan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan semula, akan membawa kekhawatiran terhadap penilaian Bank of Japan.

Komentar beliau ini muncul di tengah maraknya kasus virus baru di Eropa dan pembaruan kebijakan pembatasan di sejumlah negara yang tentunya mengancam memperlambat aktifitas ekonomi global. Sebagai anggota dewan kebijakan bank sentral, Sakurai telah mendukung keputusan Gubernur Haruhiko Kuroda di setiap pertemuan dan beberapa pengamat BOJ melihatnya sebagai ukuran dari apa yang dipikirkan inti dari sembilan anggota dewan itu.

Sebuah sumber yang dekat dengan pihak bank sentral mengatakan bahwa Bank of Japan diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan moneter mereka pada pertemuannya di pekan depan.

Dalam hal ini laju pemulihan yang lebih lambat dari perkiraan dinilai dapat menyebabkan terjadinya peningkatan hutang yang tidak terbayar, hilangnya pekerjaan serta kebangkrutan yang akan menurunkan potensi pertumbuhan negara yang diakibatkan oleh beban pinjaman yang macet sehingga menimbulkan tekanan terhadap kemampuan sistem keuangan dalam meminjamkan uang dan mendukung perekonomian.

Sakurai juga menambahkan bahwa upaya untuk memulihkan siklus pertumbuhan berwawasan ke depan yang dibuat oleh BOJ yang dikombinasikan dengan kebijakan pemerintah selama tujuh tahun terakhir, harus menunggu hingga ekonomi kembali pulih sepenuhnya.

Walaupun terjadi peningkatan kasus virus di Jepang saat pertengahan musim panas, negara tersebut berhasil menahan tingkat infeksi yang jauh di bawah level yang tercatat di sebagian besar negara maju lainnya.

Namun demikian tingkat ketergantungan terhadap laju permintaan global berarti bahwa meskipun penyebaran Covid-19 tetap berada di bawah kendali pemerintah Jepang, namun ekonomi masih berpotensi mengalami tekanan jika pandemi global terus berlanjut.(WD)

Related posts