Header Ads

Suku Bunga RBA Dipertahankan Di Level Terendahnya

Reserve Bank of Australia tetap mempertahankan kebijakan suku bunganya di kisaran terendah sepanjang masa pada hari ini, sembari memperkirakan bahwa laju pemulihan ekonomi di negara tersebut kemungkinan berjalan tidak merata dan “bergelombang”, di tengah kebijakan lockdown yang ketat diberlakukan di Victoria sebagai negara bagian terbesar kedua di negara tersebut.

Seiring tanda-tanda kurang baik yang menggarisbawahi sikap hati-hati dari para pembuat kebijakan bank sentral, data yang memuat penjualan ritel negara tersebut dirilis dengan hasil yang menunjukkan penurunan volume penjualan terbesarnya dalam periode dua dekade terakhir pada kuartal kedua lalu, sehingga para analis memperingatkan tetap adanya tekanan bagi laju pengeluaran dalam beberapa waktu kedepan.

Pada pengumuman hasil pertemuan kebijakannya, RBA mengatakan bahwa stimulus darurat yang dikeluarkan oleh mereka dinilai telah berfungsi seperti yang diharapkan sebelumnya, sehingga mereka tetap mempertahankan suku bunga di 0.25% dalam keputusan yang diharapkan secara lebih luas.

Bank sentral Australia melukiskan gambaran suram tentang ekonominya di bulan-bulan mendatang, sekaligus memprediksi tingkat pengangguran akan mengalami lonjakan hingga 10% di akhir tahun ini seiring hilangnya lapangan pekerjaan lebih lanjut di wilayah Victoria, yang tengah berjuang untuk mengatasi gelombang kedua infeksi virus corona.

Tingkat pengangguran terlihat tetap berada di kisaran tingginya di dekat level 7% saat ini selama beberapa tahun mendatang, dan jika mengingat kapasitas cadangannya, pihak RBA mengharapkan laju inflasi akan terus mengungguli target jangka menengah di kisaran 2% hingga 3% selama dua tahun kedepan.

Dalam sebuah pernyataan pasca pertemuan bank sentral, Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan bahwa ekonomi Australia sedang melalui periode yang sangat sulit dan tengah mengalami kontraksi terbesarnya sejak 1930-an, namun sesulit apapun penurunan tersebut tidak separah yang diperkirakan sebelumnya dan langkah pemulihan saat ini tengah berlangsung di sebagian besar wilayah di Australia meskipun cenderung tidak merata seiring wabah pandemi virus di Victoria yang memiliki dampak yang besar bagi ekonomi di negara bagian tersebut.

RBA memperkirakan penurunan 6% dalam produk domestik bruto selama 2020, dan kemudian mengharapkan pertumbuhan 5% pada tahun berikutnya.

Dalam hal ini laju pengeluaran konsumen terbukti menjadi salah satu hambatan terbesar bagi perekonomian Australia, dengan mencatat penurunan yang lebih besar dari yang diperkirakan di angka 3.4%, sehingga dalam volume penjualan ritel di kuartal kedua lalu tercatat mengurangi 0.6 poin persentase, yang menjadi angka yang cukup besar dari laju pertumbuhan di periode tersebut.(WD)

Related posts