Survey Reuters: PDB Jepang Q1 Akan Menyusut Lagi

Ekonomi Jepang kemungkinan menyusut pada kuartal pertama karena terpukulnya konsumsi dari pembatasan virus korona. Ini mengimbangi dorongan dari permintaan global yang kuat, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan, menyoroti pemulihan lambat negara itu dari kemerosotan yang disebabkan pandemi.

Perpanjangan dari pembatasan keadaan darurat dan peluncuran vaksin yang lambat diperkirakan akan membuat pertumbuhan lemah pada bulan April-Juni, kata para analis, memperkuat pandangan bahwa Jepang akan tertinggal dari ekonomi utama lainnya dalam bangkit dari kelesuan.

“Alih-alih melakukan pemulihan berbentuk V, ekonomi Jepang mungkin berkontraksi lagi pada April-Juni,” Daiwa Institute of Research mengatakan dalam sebuah catatan penelitian. “Ke depan, kuncinya adalah apakah Jepang dapat mengakhiri pembatasan darurat pada bulan Mei.”

Ekonomi terbesar ketiga di dunia itu diperkirakan mengalami kontraksi 4,6% tahunan pada Januari-Maret, menurut jajak pendapat Reuters, menyusul lonjakan 11,7% pada kuartal sebelumnya.

Pada basis kuartal ke kuartal, produk domestik bruto (PDB) riil kemungkinan turun 1,2% pada Januari-Maret, jajak pendapat menunjukkan.

Pemerintah Jepang akan merilis data PDB awal Januari-Maret pada 17 Mei pukul 6.50 WIB.

Related posts