The Fed Diperkirakan Merilis Proyeksi Ekonomi AS Yang Lebih Baik

Hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve diperkirakan akan merilis perkiraan ekonomi AS yang sedikit cerah namun demikian janji untuk mempertahankan suku bunga rendah sepertinya masih akan tetap dipertahankan selama ekonomi negara ekonomi terbesar di dunia tersebut berada dalam kondisi pemulihan yang stabil dari penurunan terdalamnya dalam beberapa dekade terakhir.

Pertemuan kebijakan ini merupakan yang pertama bagi bank sentral AS di bawah kerangka baru untuk membidik laju inflasi diatas 2% guna menutup periode inflasi saat ini yang melaju di bawah target.

Strategi tersebut berarti The Fed tidak akan melepaskan langkahnya dari kebijakan moneter saat ini, bahkan jika laju pengangguran akan terus mengalami penurunan dalam kecepatan yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Pejabat Fed tampaknya tidak siap untuk menerjemahkan kerangka kerja itu menjadi janji eksplisit untuk menjaga suku bunga pinjaman utama bank sentral dalam kisaran saat ini di kisaran 0% hingga 0.25% sampai laju inflasi sebagai tolok ukur tertentu bagi ekonomi mampu terpenuhi di kisaran 2.5%.

Para pejabat FOMC yang mengatur kebijakan suku bunga, dijadwalkan untuk merilis pernyataan kebijakan mereka serta menyampaikan ringkasan proyeksi baru terhadap ekonomi AS, yang akan dilanjut dengan konferensi pers dari ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Dalam hal ini Kepala Ekonom AS di Nomura, Lewis Alexander dalam sebuah catatannya mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan FOMC untuk mengadopsi panduan kedepan berbasis hasil kebijakan saat ini untuk periode akhir tahun, namun kemungkinan The Fed akan menutup pertemuan ini dengan sinyal lainnya untuk komitmen jangka panjang terhadap kebijakan moneter yang lebih mudah.

The Fed juga dapat bersandar pada program pembelian obligasi sebagai sarana untuk mendukung pemulihan AS dari resesi yang dipicu oleh epidemi virus, dibandingkan hanya memasok likuiditas ke pasar keuangan yang rapuh dan perubahan tersebut akan menopang ekspektasi untuk kelanjutan kebijakan uang yang mudah tanpa mendukung pembelian.

Ekonomi AS hingga saat ini telah mampu memulihkan sekitar setengah dari hilangnya lapangan kerja sebanyak 22 juta dalam dua bulan pertama resesi, di tengah pengangguran yang telah turun menjadi 8.4% dari level tertingginya di 14.7%, sedangkan aktifitas manufaktur dan sejumlah ukuran belanja konsumen telah mengalami peningkatan.

Dengan demikian ringkasan proyeksi pembuat kebijakan The Fed diperkirakan akan menunjukkan laju pengangguran yang lebih rendah serta pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dibanding yang diantisipasi dalam putaran perkiraan terakhirnya di bulan Juni, dengan kemungkinan bahwa Powell akan tetap berpedoman bahwa jalan menuju pemulihan akan panjang dan bergelombang.(WD)

Related posts