The Greenback Pertahankan Ritme Bullish

The Greenback terpantau masih digdaya terhadap rival mata uang utama lainnya hingga memasuki hari ketiga pekan ini (Rabu, 24 November 2021) dan stabil bergerak mendekati level terkuatnya dalam lebih dari setahun versus EUR dan mendekati puncak lima tahun terhadap mata uang Jepang (JPY).

Tendensi sentiment ke arah hawkish yang berpadu erat dengan soliditas data indikator ekonomi Amerika Serikat belakangan ini, menjadi katalis penguatan USD. Dan kontras dengan pandangan moneter dari pihak Eropa dan Jepang yang cenderung lebih dovish.

Indeks Dolar (.USD) sebagai parameter kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya, sempat terkoreksi minor menjadi 96.733, namun masih bergerak di zona tertingginya sejak Juli 2020 pada Rabu kemarin, yaitu 96.938.

Sejatinya, indeks dollar telah naik 2.77% bulan November ini, direkat erat oleh persepsi para trader dan investor di ranah forex market bahwa dengan inflasi yang melonjak akan memaksa sikap Fed untuk mendongkrak suku bunga lebih dini dari yang ditunjukkan oleh para pejabat Fed.

Pasar menduga kenaikan sebesar 25 basis poin akan berlaku pada Juni 2022, dengan peluang kuat bisa disampaikan segera setelah Mei 2022.

Sedangkan risalah  FOMC Minutes  pada 2-3 November lalu, menunjukkan bahwa berbagai pembuat kebijakan menyatakan akan terbuka untuk mempercepat program pengurangan pembelian obligasi, jika inflasi tetap tinggi dan akan bergerak lebih sigap untuk menaikkan suku bunga.

Merujuk pada data yang dirilis Rabu malam kemarin, mengindikasikan bahwa sektor tenaga kerja  dan belanja konsumen melampaui estimasi para ekonom, sementara inflasi terus meronta.

Related posts